artikel

Hati-hati, 4 Tips Karir Ini Justru Bisa Menyesatkan Lho!

By  | 

Kini tips karir tak hanya bisa kita dapatkan dari keluarga atau orang-orang terdekat. Bila hendak meluangkan waktu sebentar untuk browsing pun kita akan segera menemukan ratusan tips karir di dunia maya. Hal inilah yang banyak dilakukan oleh para karyawan, terutama fresh graduate, di sela-sela waktu senggang mereka. Mereka ingin tahu secara persis tentang bagaimana mereka harus bersikap di perusahaan, bagaimana caranya supaya bisa bersinar di perusahaan, dan lain sebagainya.

Sayangnya tidak semua tips karir benar-benar jitu dan cocok untuk diterapkan. Ada saja tips karir yang agak menyesatkan hingga dapat membuatmu mengalami kesulitan di pekerjaan. Bisa juga tips karir yang menyesatkan ini hanya akan membuatmu membuang sumber daya yang kamu miliki tanpa menghasilkan manfaat apa-apa.

Oleh karena itu pada kesempatan kali ini Student Job Indonesia akan memaparkan tips-tips karir yang justru dapat menyesatkan bila diikuti. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu ya! Supaya mereka tidak ikut ‘tersesatkan’ dengan tips-tips karir yang tidak banyak memberikan keuntungan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

 

1. Bekerjalah terus menerus tanpa henti

Seharusnya sudah ada kesepakatan antara dirimu dengan perusahaan terkait jam kerja sebelum kamu mulai bekerja. Kesepakatan ini seharusnya sudah kamu buat sebelum menandatangani kontrak. Lebih bagus lagi jika perusahaan menuliskan kesepakatan ini didalam kontrak sehingga ia memiliki kekuatan yang lebih mengikat.

Masalahnya beberapa orang menganggap akan sangat baik bila kamu bekerja terus-terusan melewati jam kerja. Mereka menganggap bahwa kamu akan terlihat semakin berdedikasi bila kamu mau bekerja jauh lebih keras daripada yang lainnya. Bahkan mereka menganggap bahwa dengan bekerja ekstra tanpa dibayar dapat membuat perusahaan tak sabar untuk segera menaikkan gajimu.

Kenyataannya hal semacam itu sangat jarang terjadi. Memang benar kalau perusahaan sangat menyukai tipikal karyawan yang penuh dedikasi. Akan tetapi kualitas pekerjaan dari tiap-tiap karyawan tentu juga sangat diperhatikan. Misal kamu perlu lembur selama 2 hari untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Namun disaat yang bersamaan ada juga karyawan lain mampu menyelesaikan pekerjaan serupa dalam 2 hari tanpa perlu lembur. Bukankah kualitas antara kamu dan karyawan lain itu malah semakin jelas terlihat perbedaannya?

Kerja lembur secara terus menerus juga akan membuatmu lebih cepat merasa letih dan tidak fresh. Akibatnya kamu malah bisa tidak produktif saat sedang jam kerja. Alih-alih ingin meningkatkan produktivitas, kamu bisa jadi malah tidak menambah apa-apa bukan?

Maka tak heran bila perusahaan, atau minimal atasanmu, senantiasa menyarankan agar kamu tidak mengambil lembur. Sebabnya mereka paham betul kerugian yang bisa didapat bila terlalu banyak bekerja. Dalam jangka panjang, ia bukan hanya dapat mempengaruhi produktivitas tetapi juga bisa mempengaruhi sikap kita sehari-hari.

Oleh karena itu bila kamu mendapatkan tips karir untuk bekerja ekstra, janganlah langsung menerima tips karir tersebut begitu saja. Sekalipun tips karir ini datang dari website terpercaya, bukan berarti kamu harus menerimanya mentah-mentah bukan?

Percayalah bahwa kamu akan jauh lebih bahagia bila bekerja secara proporsional.

 

2. Jangan menego gaji bila kamu baru masuk

Tips karir berikutnya yang bisa menyesatkanmu ialah bahwa seorang karyawan baru tidak pantas melakukan negosiasi gaji. Pertanyaannya sekarang tentu mengapa bsia dianggap tidak pantas? Memangnya hanya karyawan lama yang boleh melakukan hal tersebut?

Mereka yang memberikan tips karir semacam ini umumnya beranggapan bahwa karyawan baru belum membuktikan apa-apa sehingga tidak pantas menegosiasikan gaji. Mereka juga menganggap bahwa perusahaan pasti akan menawarkan gaji yang lebih tinggi seiring pembuktian kualitas yang telah diberikan. Padahal kenyataannya tidak selalu seperti itu.

Kenyataannya kebanyakan perusahaan malah tidak akan menaikkan gaji karyawaannya sampai karyawan tersebut meminta. Kenyataannya perusahaan juga bisak memenuhi keinginanmu selama mereka melihat bahwa kamu bisa memenuhi permintaan mereka pula. Bahkan beberapa perusahaan bisa menilai kualitas para karyawannya dari masalah ini. Mereka yang melakukan negosiasi gaiji dianggap memiliki kualitas mumpuni sementara mereka yang tidak pernah melakukannya dianggap memiliki kualitas rata-rata.

Jadi kamu tidak perlu kuatir untuk menegosiasikan gajimu meskipun kamu baru akan bekerja di perusahaan tersebut. Bahkan meskipun kamu seorang fresh graduate, kamu tetap bisa melakukan negosiasi gaji lho! Cara-caranya bisa kamu pelajari disini.

 

3. Tampillah dengan modis agar terlihat lebih profesional!

Diantara tips-tips karir yang ada, tidak sedikit pula yang menyarankan para perempuan untuk tampil lebih modis. Alasannya supaya mereka terlihat lebih profesional dan tak kalah kompeten ketimbang para lelaki. Bahkan tips karir semacam ini sering dibumbui dengan hasil-hasil riset juga lho!

Realitanya anggapan semacam ini belum tentu akan kamu temui di tempatmu bekerja, sekalipun kamu bekerja di perusahaan kecantikan. Mengapa demikian?

Jawabannya tentu sangat sederhana. Perusahaan nyatanya akan lebih menilai kualitas hasil pekerjaanmu ketimbang seberapa modis penampilanmu. Tak peduli atasanmu adalah seorang laki-laki ataupun perempuan, mereka tidak akan tertarik dengan penampilanmu selama hasil kerjamu memang tidak sesuai harapan.

Namun hal itu bukan berarti kamu tidak boleh tampil modis selama bekerja. Kalau kamu memang ingin mengenakan high heels dan make up tertentu selama bekerja, maka lakukanlah. Hanya saja bila keinginan semacam ini justru membuatmu tertekan tentu kamu harus mulai meninggalkannya. Jangan sampai kamu jauh lebih dipusingkan dengan urusan semacam ini daripada urusan utama dalam pekerjaanmu sehari-hari.

By the way, ada juga lho beberapa karyawan yang dengan sengaja menggunakan pakaian yang sama setiap hari kerja. Mereka melakukan hal tersebut supaya tidak perlu menghabiskan waktu lagi untuk memikirkan baju apa yang hendak dikenakan hari ini. Rekan-rekannya bahkan ikut menggunakan baju dengan model serupa setiap hari tertentu sebagai bentuk apresiasi kepada rekannya yang satu itu. Sounds very interesting, right?

 

4. Mau keluar? Tunggu 2 tahun dulu!

Ada sebagian orang yang menyarankan agar kamu tetap bertahan di perusahaan tempatmu bekerja kini setidaknya selama 2 tahun. Kamu harus belajar untuk lebih bersabar lagi bila kamu sudah merasa kurang cocok dengan perusahaan barumu hari ini. Setelah 2 tahun, barulah kamu bisa menentukan sikap untuk tetap bertahan atau pergi mencari perusahaan lain.

Tips karir semacam inilah yang justru dapat menyesatkan. Mengapa harus tetap bertahan bila kita memang tidak cocok dengan perusahaan tersebut? Mengapa kita harus menunggu hingga 2 tahun sebelum bisa menentukan sikap? Lagipula mengapa harus 2 tahun dan tidak setahun saja?

Anggapan bahwa perusahaan akan semakin menghargai karyawan yang telah bekerja lebih lama memang benar. Akan tetapi bila kamu memang memiliki alasan yang cukup logis untuk berhenti, tentu tidak ada salahnya bila kamu berhenti. Apalagi bila kamu sudah benar-benar mendapatkan alasan untuk mersasa tidak puas dengan perusahaanmu hari ini. Opsi keluar dan mencari perusahaan baru haruslah kamu pertimbangkan.

Lagipula bertahan di perusahaan yang tidak terlihat challenging tentu tidak bagus bagi keberlanjutan karirmu sendiri. Kamu tidak akan mendapatkan skill tambahan apapun yang bisa kamu gunakan untuk mendapatkan pekerjaan dengan level yang lebih tinggi. Kamu juga bisa kehilangan passion yang akhirnya dapat berimbas pada rendahnya kualitas pekerjaan yang kamu hasilkan.

Maka dari itu, bila kamu merasa bahwa perusahaanmu kini sudah tidak lagi cocok, mulailah mencari lowongan kerja yang baru. Lowongan kerja diluar sana masih sangat banyak dan peluangmu untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan masih terbuka lebar.

 

Penutup

Itulah keempat tips karir yang ternyata bisa jadi kurang baik juga untuk diikuti. Hanya karena tips karir tersebut diberikan oleh website ternama bukan berarti kamu bisa menerimanya begitu saja. Pikirkanlah lagi dan lagi tentang tips-tips karir yang kamu dapatkan. Cocokkan dengan kenyataan yang ada di lapangan tempatmu bekerja. Bila tidak sesuai, janganlah mencoba tips tersebut. Masih banyak tips karir lain yang tentunya lebih jelas bermanfaat dan bisa kamu terapkan dimanapun kamu bekerja.

mm
Arief Ardiansyah is an ESFJ who loves writing. He getting passionate with life sciences, especially with plants and their friends. Now he still study on an undergraduate program at Bandung Institute of Technology.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *