artikel

Basmadi Kini Bisa Tertawa, Bertahan dari Bencana dengan Usaha Bengkel Sepeda Motor

By  | 

Letusan Gunung Sinabung telah mengubah kehidupan Basmadi Kapri Peranginangin. Bencana tersebut menghancurkan desa dan mata pencahariannya. Namun ia mampu bangkit dengan harapan melalui bisnis barunya.

                                                           Copyright: ILO/G. Lingga (2017)


Bertani tadinya menjadi satu-satunya sumber penghasilan bagi keluarga Basmadi Kapri Peranginangin, 27 tahun, yang tinggal di Desa Kuta Mbelin, Kecamatan Naman Teran, di mana sebagian besar warganya hidup dari pertanian sayur-sayuran. Berlokasi di dekat Gunung Sinabung, wilayah tersebut terkenal atas kesuburan dan produktivitas lahannya, khususnya untuk sayur-sayuran dan buah-buahan.

 

Letusan Gunung Sinabung pada tahun 2013 telah mengubah kehidupan Basmadi dan keluarganya, beserta warga desa lainnya. Mereka tidak lagi dapat bekerja di lahan pertanian akibat kerusakan yang disebabkan oleh abu vulkanik. Mereka juga harus pindah ke tempat pengungsian di ibukota Kabupaten Karo, Kabanhaje, selama kurang lebih satu tahun.

 

Untuk mencari nafkah, anak tertua dari tiga saudara laki-laki dan seorang perempuan ini bekerja sebagai buruh tani. Ia menerima penghasilan harian sebesar Rp 60.000-Rp 70.000. “Saya hanya dibayar ketika ada pekerjaan. Sayangnya, pekerjaan tersebut tidak tersedia setiap hari dan saya hanya bekerja apabila diminta,” ujar Basmadi.


Copyright: ILO/G. Lingga (2017)


Setelah setahun tinggal di pengungsian, Basmadi memutuskan untuk kembali ke desanya. Ia menikah dan mulai menggarap lahan pertanian keluarganya. Mereka berusaha menanam kentang dan sayur-sayuran. Namun, lagi-lagi abu vulkanik merusak lahan pertanian mereka dan menggagalkan panen. Ia kemudian memutuskan untuk menyewa sebuah rumah di Siosar, sebuah daerah relokasi yang disediakan oleh pemerintah bagi tiga desa yang hancur. 

 

“Saya baru saja memulai kehidupan berkeluarga dan memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Saya harus berjuang demi keluarga. Saya berniat mencari peluang baru di Siosar. Sebuah awal baru untuk membangun kehidupan kami dengan mencoba peluang lain di luar bertani,” kisahnya mengingat masa perpindahan ke Siosar pada Desember 2015.

 

Sebagai lulusan dari jurusan otomotif Sekolah Kejuruan, ia mencoba membuka sebuah bengkel motor. Namun, karena anggaran dan perlengkapan terbatas, ia hanya bisa menyediakan jasa perbaikan ban bocor dan pembersihan karburator. Dari usaha itu ia bisa memperoleh sekitar Rp 1 juta per bulan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.

 

Pada Mei 2016, ia mengetahui adanya program ILO untuk kaum muda melalui Program bersama ILO-FAO-UNDP yang didukung oleh Badan Pembangunan dan Bantuan Internasional Selandia Baru, bernama “Program Bantuan Pemulihan Gunung Sinabung” (SIRESUP). Program ini merekrut kaum muda dari desa-desa yang terkena dampak untuk dilatih sebagai peserta dalam pelatihan perbaikan sepeda motor. Selain dari pelatihan teknis, program ini juga menyediakan pelatihan keuangan dan kewiraswastaan.

                                                                     Copyright: ILO/G. Lingga (2017)

Setelah menyelesaikan pelatihan tersebut, Basmadi menerima sebuah dukungan pasca-pelatihan dalam bentuk perlengkapan dasar dan dukungan usaha. Kini ia mampu memperluas layanan bengkel motornya dan melipatgandakan penghasilannya hingga tiga kali lipat atau Rp 3,5 juta per bulan.

 

“Dengan pengetahuan dan perlengkapan yang diberikan  ILO, sekarang saya memiliki keterampilan untuk menyediakan berbagai layanan. Saya sekarang mampu membongkar dan memasang suku cadang mesin motor dan memperbaiki bagian-bagian mesin yang tadinya tidak bisa saya lakukan,” ujarnya.

 Tidak hanya memiliki keterampilan yang lebih mantap, Basmadi juga sekarang lebih paham mengenai keuangan. Ia menyiapkan rencana keuangannya sendiri agar dapat memperluas usahanya serta membeli perlengkapan dan suku cadang tambahan. “Saya bahkan bisa menabung Rp 2,5 juta setiap bulan, yang akan saya gunakan untuk kebutuhan putri saya dan untuk terus memperluas usaha saya di masa mendatang. Saya tadinya sempat merasa tidak pasti mengenai masa depan, namun sekarang saya bersemangat untuk merencanakan masa depan. Saya bisa tertawa lagi dan tidak lagi putus asa,” katanya, dengan bangga. (*)

 Sumber artikel ILO 

mm
Situs kerja khusus pelajar, mahasiswa dan baru lulus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *