artikel

Booklicious: Buku, Kafe, dan Anak Muda

By  | 

“Hanya dengan membacalah, kemajuan bangsa dan kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan,” kutipan Kepala BPAD DIY Budi Wibowo (19/9) dari situs www.sindonews.com. Buku adalah jendela dunia. Sudah umum bukan, sahabat mendengar kalimat itu. Saya pun sejak SD-kuliah sering membaca dan mendengarnya. Dari dalam hati, saya ingin gemar membaca buku. Bahkan beberapa kali, membeli buku ketika ada Book Fair di Kota Malang. Tapi ya begitu, membacanya jarang sekali sampai habis, kebanyakan hanya membaca beberapa lembar kemudian bosan. Akhirnya buku ditaruh di rak. Apakah sahabat pernah merasakan hal yang sama dengan saya? Bagaimana saat itu sahabat mengatasinya? Apakah berakhir dengan menumpuk buku, tanpa pernah membacanya hingga habis? Padahal dalam hati ingin sekali menjelajahi dunia dan merasakan nikmatnya membaca buku, bukan? Jika saya analisa, permasalahan mendasarnya terletak pada pengemasan, niatan, dan akses terhadap buku.

booklicious komunitas buck

Gambar 1. Pertemuan Booklicious di Warung Susu

Booklicious Malang, yaitu komunitas pecinta buku bertempat di Kota Malang dengan kemasan khas anak muda, menjawab 3 komponen tersebut. Pengemasan, Booklicious mengemas buku dengan kafe. Meruntuhkan kesan buku yang membosankan, menjadi asyik, seru, dan menyenangkan. Sambil ngobrol buku, sesekali meneguk minuman panas/dingin, menambah kesan akrab pada sesama anggota. Selain itu, kafe menjadi lokasi anak muda untuk melepas penat dan bertemu kawan. Jadi sambil ngobrol, kami kampaye pada pengunjung kafe, akan nikmatnya ‘membaca buku sambil makan/minum.’ Ya…, walaupaun, sesekali kami sedikit terganggu dengan suara musik dibeberapa kafe yang keras. Tapi, kami tetap menikmatinya, karena inilah khas kami, ‘anak muda.’ Selain kemasan, bergabung di Booklicious saya merasakan banyak manfaat: (1) melalui kemasan yang menarik, sedikit demi sedikit saya mulai menyukai buku. Apalagi, dengan meresensi buku dan mengirimkannya ke media (online/offline), saya bisa mendapatkan reward buku, uang/kedua-duanya dari penerbit. Bahkan bisa mendapatkan kesempatan jalan-jalan gratis yang difasilitasi oleh pener bit. Seperti bulan Juni lalu, saya mendapatkan undangan dari Penerbit Mizan Pustaka untuk menghadiri Silaturrahim Penulis dan Penggiat Sosial Media di Jakarta Selatan. Walaupun akhirnya, saya tidak bisa menghadirinya, dikarenakan ada KKN di kampus. Sedih sih, tapi alhamdulillah mendapatkan kesempatan itu. Semoga tahun depan, saya mendapatkan kesempatan baik ini (Hihi, mengharap banget!). Sedikit demi sedikit, persepsi saya mengenai buku berubah menjadi menyenangkan dan asik. (2) Melalui komunitas ini, niatan untuk membaca semakin kuat. Lewat membaca saya bisa berbagi kebaikan, meningkatkan intelektualitas, menjelajahi dunia, meningkatkan personal branding, dan poin pentingnya bisa menjadi amal jariyah, serta (3) akses terhadap buku makin mudah. Anggota tinggal meminjam buku, pada anggota lain. Jenis bukunya pun bermacam-macam, ada mengenai religius, kesehatan, pendidikan, sosial, hingga motivasi. Pokoknya dari yang tipe buku galau (cinta-cintaan) hingga serius, ada! Ini enaknya, jika kita bergabung dalam sebuah komunitas

 

Gambar 2. Diskusi buku Gagas Media berjudul Everlasting Love di Kafe Green Camp

Gambar 2. Diskusi buku Gagas Media berjudul Everlasting Love di Kafe Green Camp

Gambar 3. Diskusi buku Mizan Pustaka dengan bermacam judul di Kafe Green Camp

Gambar 3. Diskusi buku Mizan Pustaka dengan bermacam judul di Kafe Green Camp

Hingga hari ini, Booklicious telah melahirkan banyak prestasi dan telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Pertama kerja sama dengan Penerbit Gagas Media dan Penerbit Mizan Pustaka, yaitu penerbit memberikan buku untuk didiskusikan bersama komunitas, kemudian diresensi (Gambar 2 dan 3). Kedua menghadiri bedah buku dan bincang-bincang bersama Penerbit Tiga Serangkai dalam hal resensi buku serta menyebarkan virus membaca. Bedah buku dihadiri dua kali di Gramedia Malang saat bedah buku berjudul Menyehatkan Indonesia dengan Sampah dan Menak Jinggo Sekar Kedaton serta Ken Arok. Setelah itu komunitas Booklicious beserta resensor dari beberapa kota di Jawa, diajak untuk bincang-bincang santai bersama tim

Tiga Serangkai di kafe daerah Kota Malang (Gambar 4 dan 5).

gambar 4-2

Ketiga tahun 2014, Booklicious mengadakan acara diskusi buku dengan

penulis-penulis Gagas Media dan Mizan. Pada acara ini dihadiri peserta dari wilayah Malang hingga luar Malang. Keempat, Juni 2014 beberapa anggota Booklicious yang aktif meresensi buku Mizan, diundang untuk menghadiri Silaturrahim Penulis dan Penggiat Sosial Media di Jakarta Selatan. Kelima dalam hal karya berupa resensi buku, hingga saat ini telah menghiasi media online/offline dari tingkatan lokal-nasional. Melihat manfaat yang didapat dengan bergabung dalam komunitas membaca seperti ini. Membuat kami (masing-masing anggota Booklicious) sadar akan tanggung jawab moral dan sosial, untuk berbagi serta menyebarkan virus membaca pada sekitar, khususnya generasi muda. Sehingga masing-masing anggota di mana pun berada, akan terus menyebarkan ‘virus’ nikmat dan indahnya membaca buku.

Gambar 6. Hidangan yang menggugah selera bukan, menyatukan buku, kafe, dan secangkir kopi.

Gambar 6. Hidangan yang menggugah selera bukan, menyatukan buku, kafe, dan secangkir kopi.

Booklicious itu, makanan/minuman, santai, lezat, dan bergizi. Saya senang, bisa merasakan dan menjadi bagian dari komunitas ini. Bincang-bincang santai dan tak berat, padahal yang kami hadapi adalah buku, dari yang galau-serius. Masa-masa yang indah untuk dikenang dan diabadikan di masa muda. Sekarang, sahabat siap untuk kami bagi virusnya?
Biodata Penulis

Gambar 4. Menghadiri bedah buku Tiga Serangkai dan foto bersama 2 penulis Zhaenal Fanani dan Langit Kresna Hariadi

Penulis menghadiri bedah buku Tiga Serangkai dan foto bersama 2 penulis Zhaenal Fanani dan Langit Kresna Hariadi

Nama             : Sandi Iswahyudi

Status             : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Aktif                : Komunitas Pecinta Buku Booklicious dan
                           City Ambassador Lendabook di Malang

Url Blog           : http://iswahyudi779.wordpress.com/

Twitter            : https://twitter.com/SandiIswahyudi

Riwayat pemuatan karya: Berupa cerpen, surat dan puisi dibukukan dalam bentuk antologi. Sedangkan reportase (komunitas, kegiatan, traveling, dan kuliner) dimuat di Koran Surya, Liputan6.com, halomalang.com, dan di Koran Radar Malang Jawa Pos. Argumentasi di Koran Republika. Resensi terbit di Rimanews.com, Indoleader.com, Mediamahasiswa.com, Wasathon.com, Okezone.com, dan di web Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (www.pjminews.com).

mm
Situs kerja khusus pelajar, mahasiswa dan baru lulus

1 Comment

  1. Pingback: My Blog | Karya Branding: Wisata, Kuliner, dan Komunitas-Organisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *