artikel

Begini Cara Cepat Dapat Kerja di Era Digital

By  | 

Setiap orang mungkin ingin cepat mendapatkan pekerjaan. Sayangnya cepat lambatnya seseorang dalam mendapatkan pekerjaan memang tidak bisa disamakan. Ada yang memerlukan waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau bahkan beberapa tahun. Apalagi di era digital seperti sekarang ini. Persaingan mendapatkan pekerjaan sudah jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya.

Akar permasalahnya adalah kita sering tidak tahu bagaimana caranya agar cepat mendapatkan pekerjaan. Kita justru menghabiskan waktu kita untuk melakukan banyak hal yang tidak menghasilkan apa-apa. Kita sibuk melamar di perusahaan A, B, atau C tanpa tahu hal apa yang harus kita perbaiki. Hasilnya kabar baik pun tak kunjung datang meski kita telah berusaha semaksimal mungkin.

Beruntung Student Job Indonesia memiliki beberapa trik yang bisa kamu gunakan agar kamu cepat mendapatkan pekerjaan di era digital ini. Tanpa basa-basi lagi, langsung aja yuk disimak ulasan berikut.

Carilah lowongan pekerjaan pada waktu emas

Bila kamu aktif mencari lowongan secara online, pasti kamu akan menemukan lowongan baru setiap harinya. Namun tahukah kamu bahwa tidak semua jenis lowongan bisa kamu temukan setiap saat? Kenyataannya kebanyakan lowongan yang spesifik dan menjanjikan hanya akan dibuka pada ajang perekrutan besar-besaran saja.

Mengapa demikian? Alasannya tentu karena perusahaan sangat ingin mendapatkan orang terbaik untuk mengisi posisi tersebut. Prinsipnya semakin banyak pendaftar tentu semakin besar pula peluang mereka mendapatkan orang yang mereka inginkan. Sehingga tak heran bila mereka hanya akan membuka lowongan tersebut pada masa perekrutan besar-besaran.

Ajang perekrutan besar-besaran ini sendiri biasa terjadi pada bulan Januari, Februari, akhir September dan Oktober. Selain dalam keempat waktu tersebut, tentu perekrutan tetap terjadi namun dengan intensitas yang rendah. Oleh karena itu pastikanlah kalau kamu memang mencari pekerjaan utama pada waktu yang emas ini.

Bagaimana jika waktu emas ini baru akan datang beberapa bulan kedepan?

Kamu tetap bisa mendaftar ke pekerjaan lain yang sedang dibuka atau menunggu hingga waktu emas itu tiba. Supaya efektif tentu waktu menunggumu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Waktu menganggur itu bisa kamu manfaatkan untuk melakukan keempat trik selanjutnya.

 

Beritahu kawanmu kalau kamu sedang mencari kerja

Sebuah perusahaan staffing kelas dunia, Manpower, pernah melakukan survei terhadap perilaku para pencari kerja pada tahun 2011. Hasilnya 41% responden menyatakan kalau jaringan yang mereka miliki merupakan kunci utama terekrutnya mereka kedalam tempat mereka bekerja hari ini.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa pengaruh networking masih sangat besar dalam dunia perekrutan. Lagipula tidak semua perusahaan tertarik untuk membuka lowongan secara online. Banyak HRD yang masih lebih senang menggunakan cara mereka sendiri untuk mendapatkan orang yang mereka inginkan.

Maka dari itu jangan malu untuk memberitahu orang-orang disekelilingmu kalau kamu memang sedang mencari kerja. Siapa yang tahu kalau mereka memiliki kenalan seorang HRD yang sedang mencari orang juga. Mungkin juga rekan-rekanmu bisa menanyakan ke HRD perusahaannya masing-masing tentang lowongan di perusahaannya yang sedang dibuka bukan?

Sayangnya hal-hal diatas tidak akan bisa kamu dapatkan selama kamu masih enggan memberitahukan kondisimu kepada orang-orang disekitarmu. Ketahuan menganggur bukan sesuatu yang hina, lho! Bahkan tidak sedikit pula orang dengan pekerjaan tetap yang masih aktif mencari pekerjaan baru dari waktu ke waktu. Jadi, mulailah berlatih menghilangkan pikiran negatif itu dan bersegeralah membuat jaringan yang seluas-luasnya.

 

Sampaikan pengalaman dan kompetensimu secara spesifik

Salah satu bagian terpenting dari CV/resume adalah bagian summary. Pasalnya lewat bagian ini perusahaan bisa menilai seperti apa kemampuan dan pengalamanmu hanya dengan membaca beberapa kalimat saja. Bahkan bagian summary ini sering menjadi acuan bagi orang yang sedang menilai CV-mu. Apabila bagian ini menarik, maka bagian lain akan dibaca. Namun apabila bagian ini tidak menarik tentu CV-mu akan langsung di-skip.

Sayangnya kebanyakan orang justru membuat summary yang standar dan tidak menarik. Cirinya mereka biasa menggunakan kata-kata opini yang mainstream. Misalnya dengan menulis, “saya pernah menulis banyak artikel”, “saya pernah terlibat dalam proyek besar”, atau “saya berhasil mendapatkan banyak penjualan”.

Sebagai gantinya gunakanlah kalimat yang lebih spesifik. Misalnya, “saya telah menulis 150 artikel”, “saya terlibat dalam proyek yang melibatkan 4000 orang”, atau “saya berhasil meningkatkan penjualan sebanyak 50% dalam waktu 5 minggu”.

Adapun bila pengalamanmu masih sedikit, kamu bisa mulai mengumpulkan pengalaman dari pekerjaan freelance. Cobalah berkunjung ke situs-situs seperti freelancer.com, sribulancer.co.id, projects.co.id, dan sebagainya. Mungkin saja kamu bisa menghasilkan uang dari satu dua proyek freelance sembari menunggu kabar baik dari perusahaan.

 

Ambil pengalaman sebagai volunteer

Sebuah studi dalam Journal of Career Assessment yang diterbitkan pada tahun 2015 juga menunjukkan fakta yang unik. Studi yang melibatkan 265 pencari kerja itu hendak melihat hubungan antara latar belakang pencari kerja dengan kesuksesanya mendapatkan pekerjaan. Hasilnya mereka yang pernah terlibat dalam kegiatan sukarela ternyata lebih cepat mendapatkan pekerjaan dibanding mereka yang tidak pernah menjadi volunteer.

Hal ini terjadi karena perusahaan melihat seorang volunteer telah memiliki skill-skill tertentu yang mungkin tidak dapat dipelajari di bangku kuliah. Skill-skill ini dapat berupa komunikasi, adaptasi, atau bahkan pembuktian komitmen. Perusahaan umumnya melihat bahwa seorang volunteer memang ingin membuktikan kapasitas dan kompetensinya lewat kegiatan sukarela yang mereka ikuti. Maka dari itulah mereka rela mengerjakannya tanpa dibayar sepeserpun.

Oleh karena itu opsi menjadi volunteer ini juga patut untuk kamu pertimbangkan. Selain bagus untuk CV, kamu juga bisa mendapatkan pengalaman berharga dan jaringan pertemanan yang baru bukan?

 

Rapikan media sosialmu

Sekarang cobalah buka laman profil media sosialmu satu persatu. Apakah laman profil facebook-mu sudah cukup rapi? Sudahkah feed instagrammu sejalan dengan bidang pekerjaan yang kamu inginkan?

Dengan pesatnya perkembangan di era digital, bukan hal mustahil lagi apabila perusahaan mengecek media sosialmu pada saat kamu melamar kerja. Mereka bukan ingin melihat rekam jejak masa lalumu. Mereka hanya ingin melihat apakah media sosialmu sejalan dengan apa-apa yang kamu tuliskan di CV-mu.

Sebagai contoh di CV kamu menulis bahwa kamu tertarik dengan dunia fotografi. Namun foto-foto di Instagram-mu biasa saja dan tidak menarik. Atau misalnya kamu mengungkapkan kalau kamu hobi menulis. Tetapi bahkan kamu tidak pernah mempublikasikan tulisanmu di facebook atau media sosial manapun.

Hal semacam ini tentu akan terlihat kontradiktif di mata perusahaan dan pastinya tidak bagus untuk dirimu. Oleh karena itu mulailah merapikan media sosialmu kapanpun kamu memiliki waktu yang cukup untuk melakukannya.

Selain itu jangan sampai ada postingan yang bersifat rasis, menggangu, atau berisi ujaran kebencian terhadap pihak tertentu. Hindari pula penggunaan nama profil yang aneh-aneh dan tidak profesional. Kalaupun kamu tetap ingin memiliki akun khusus untuk dirimu, sebaiknya jangan menyisipkan link­­-nya kedalam CV-mu. Tentu kamu tidak ingin ditolak hanya karena akun media sosialmu bukan?

mm
Arief Ardiansyah is an ESFJ who loves writing. He getting passionate with life sciences, especially with plants and their friends. Now he still study on an undergraduate program at Bandung Institute of Technology.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *