artikel

#IDStalk : “BEING A GREAT YOUNG NOVELIST”

By  | 

 

Hallo, Apa kabar kawan-kawan? Waah akhir-akhir ini kita bisa lihat ya, banyak anak muda yang mulai “nulis” menulis novel hingga puisi dan diberi bumbu sastra-sastra nan indah. Waah, kemarin tanggal 8 Februari, kami sempat melakukan Fun Sharing bersama kak Dwitasari sebagai penulis Novel RAKSASA DARI JOGJA, JATUH CINTA DIAM-DIAM, SPY IN LOVE dan masih banyak lagi. Mau tau apa saja yang kak Dwita share saat #IDStalk Minggu lalu? C’mon check this out

 

1. Hallo @dwitasaridwita, Apa kabar? Apa aja kesibukannya saat ini?

Kabar baik banget! Lagi sibuk promo buku #SetelahKamuPergi sambil persiapan buku 14 dan 15, nih! 😀 Juga lanjut skripsian.

 

2. @dwitasaridwita Sekarang kuliah jurusan apa dan mengapa mengambil jurusan tersebut?

Sastra Indonesia, UI, karena semangat aku dari dulu emang dinulis dan dunia sastra. Ngebantu aku dalam dunia penulisan. Apalagi, di jurusan kuliah aku banyak ilmu mengenai kajian sastra, jadi nambah wawasan pengetahuan aku sebagai penulis. Paling asik kuliah sesuai semangat dan keinginan kita. Jalaninnya jadi asik dan nyaman :’)

 

3. @dwitasaridwita Bisa ceritain bagaimana awal mula sebagai penulis Novel?

 

Awal mula jadi penulis, awalnya aku mulai semua dari sosmed yaitu blog dan Twitter. Tulisan aku dibaca oleh @_PlotPoint 🙂 Aku diberi beasiswa penulisan novel dengan mentor Mbak Clara Ng. Seusai beasiswa selesai, aku menerbitkan buku. di Plotpoint Bentang Pustaka, aku belajar banyak hal. Dari situlah, aku makin menggali dunia penulisan novel dan fiksi. Apalagi, tulisan di blog aku dibaca Mas Hanung Bramantyo, kemudian di filmkan #CintaTapiBeda :’) Aku jadi makin semangat! semangat yang nggak pernah pudar itulah yang membawa aku ke dunia penulisan novel hingga hari ini.

 

4. Apa sih arti menjadi penulis Novel bagi @dwitasaridwita?

Penulis itu punya tugas menyuarakan apa yang orang lain rasain. Kalau aku memposisikan diri aku kayak gitu. Apa yang aku tulis adalah yang dirasakan remaja saat ini. Perasaan bermasalah dengan percintaan itulah yang aku tulis. Masalah percintaan yang harus ada solusinya. Jadi nggak sekadar nulis atau curhat. Nulis yang menawarkan solusi terbaik.

 

5. . Bagaimana cara @dwitasaridwita mencari inspirasi untuk menulis cerita Novel?

Inpirasi bisa hadir dari manapun, dari cerita sehari-hari juga bisa, bagaimana kita memandang suatu peristiwa aja ❤ Jadi kalau ada yang bilang nyari inspirasi susah sebenernya ga juga. Bahkan dari hal sederhana bisa jadi inspirasi :”) Inspirasi bukan berarti nunggu ilham, tapi gimana kita menggali hal yang belum pernah ada menjadi ada 🙂

 

6. Menurut @dwitasaridwita bagaimana perkembangan dunia sastra Indonesia dikalangan anak muda?

Makin pesat apalagi era sosmed makin gencar. Siapapun bisa jadi penulis 🙂 Apalagi sekarang anak muda nggak nulis soal cinta-cintaan aja. Tapi sastra yang membangun dan ngasih solusi terbaik ❤ Jadi sayang banget nih kalau era sosmed dan teknologi udah bagus, tapi nggak dimanfaatin buat menjadikan diri kamu penulis bagus 🙂

 

7. Menurut @dwitasaridwita , hal apa yang dapat membuat sebuah novel dapat digarap menjadi sebuah karya film?

Ciri khas dalam novel tersebut. Penonton Indonesia butuh film yang ada “cerita”. Ceritanya yang beda, punya ciri khas. Nah, kalau pengin novelnya diadaptasi ke film, tulislah novel yang emang nggak pernah ada sebelumnya. Ibaratnya, cuma kamu yang nulis novel itu. Cuma kamu yang bisa nulis cerira kayak gitu. Cuma ada satu cerita kayak gitu di dunia. Intinya, tulislah novel yang ada ciri khasnya agar dilirik penerbit dan nggak menutup kemungkinan dilirik sutradara film. 🙂

8.@dwitasaridwita Apa saja suka duka yang pernah dialami menjadi penulis Novel sekaligus seorang mahasiswi?

Bagi waktu antara nulis dan skripsian, nulis dan ketemu dosen pembimbing, nulis dan fokus sama tugas akhir. Tapi kalau dijalankan dengan niat baik dan sikap disiplin, semuanya jadi asik-asik aja. Nikmatin aja segala prosesnya dengan baik. Intinya, apa yang kita mulai dan kira jalani dengan baik pasti bakalan berjalan dan berakhir dengan baik. 🙂

 

9. Terakhir, apa tips/pesan yang ingin disampaikan oleh @dwitasaridwita kepada anak muda yang sedang menyimak #IDStalk saat ini?

 

Jangan pernah takut jadi penulis. Apalagi berhenti nulis karena dinilai orang lain jelek atau tulisan kamu gak layak baca. Orang lain yang nilai kamu negatif belum tentu bisa melakukan apa yang kamu lakukan. Jelek atau bagus itu soal selera. Nggak ada tulisan bagus atau tulisan jelek. Tulisan terbaik adalah tulisan yang selesai Kalau udah mulai nulis maka selesaikan tulisan kamu sebaik dan sehebat mungkin. Terserah orang mau bilang apa. Selesaikan tulisanmu. Jangan pernah takut untuk menyelesaikan cerita yang sudah kamu mulai 🙂

 

 

mm
Seorang mahasiswa yang mencintai bisnis dan angka, serta ilmu-ilmu baru yang bisa membangun dunia serta bermanfaat bagi sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *