artikel

Ini Alasan Kenapa Kerja Lembur Tidak Baik

By  | 

work hard

Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, bekerja 100 jam seminggu dan GE CEO, Jeffrey Immelt,menghabiskan 24 tahun bekerja 100 jam seminggu.

Berdasarkan penelitian, bekerja lembur memberikan dampak tidak baik bagi kesehatan, produktivitas serta meningkatkan angka turnover.

Bekerja lebih dari 55 jam seminggu dapat menyebabkan penyakit hati dan stroke. Selain itu, bekerja lembur juga dapat meningkatkan resiko terkena diabetes dan stress.

Bahkan berdasarkan studi, bekerja duduk terlalu lama dapat meningkatkan 50% resiko kematian dari berbagai penyakit. Tidur kurang dari 6 jam sehari juga dapat menurunkan produktivitas.

Jadi Bagaimana ?
Beberapa perusahaan di Amerika seperti Aetna mendorong karyawan agar tidur cukup 7 jam sehari dengan memberikan hadiah sebesar Rp 250.000.

Perusahaan US lainnya, Boston Consulting Group, memperkenal PTO (Predictability, Teaming Open Communication) untuk kerja lebih baik. Sistem ini bertujuan membangun budaya perusahaan lebih transparent dengan memberi tahu seberapa banyak dan padat masing-masing orang sehingga dapat saling membantu dan tetap dapat memiliki waktu dengan keluarga.

Sistem tersebut berjalan cukup efektif dengan hasil 35% teamwork meningkat dan 100% efektivitas dalam bekerja.

 

Ternyata tidak perlu kerja lembur untuk kerja produktif, kan.

mm
Situs kerja khusus pelajar, mahasiswa dan baru lulus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *