artikel

Berapa Jam Kerja Ideal untuk Kerja Sampingan?

By  | 

Bedanya kerja sampingan alias part-time dengan kerja fulltime itu terletak pada fleksibilitasnya dalam perkara jam kerja. Dalam kerja fulltime, tentu perusahaan dapat menuntut para pekerjanya untuk ada di kantor selama waktu tertentu, semisal setiap hari Senin s/d Jum’at pukul 08.00-17.00. Namun dalam kerja sampingan siapa yang bisa mengatur hal itu?

Jawabannya, tentu si pekerjanya itu sendiri! Seorang freelancer lah yang bisa menentukan berapa jam sehari yang hendak ia habiskan untuk bekerja. Ia juga berhak mengatur jadwal liburannya sendiri selama tidak mengganggu kesepakatan kerjanya dengan client. Very flexible!

Akan tetapi meskipun fleksibel seorang freelancer tetap harus mengalokasikan waktunya sebaik mungkin agar dapat menyelesaikan semua pekerjaannya. Dengan kata lain, kerja sampingan bukanlah alasan untuk tidak bekerja secara profesional. Toh client kita juga akan bersikap profesional, termasuk tidak ragu memberhentikan kontrak apabila kita gagal memenuhi kesepakatan.

Dunia freelancer juga semakin diminati lho dari hari ke hari.

Tidak percaya? Coba simak beberapa statistik berikut.

 

Kata Statistik Tentang Freelancer

Dilansir dari Upwork dan Freelancers Union, 36% dari total pekerja di Amerika Serikat pada tahun 2017 (57.3 juta jiwa) adalah para freelancer’s yang sehari-hari bekerja dari rumah. Beberapa perusahaan bahkan sudah menerapkan konsep 100% remote teams dimana seluruh pekerjanya cukup bekerja dari rumah tanpa perlu datang ke kantor setiap hari, seperti misalnya Automattic, Buffer, Groove, InVision, Zapier, Trello, dan Basecamp.

Kerja sampingan ala freelancer juga sudah terbukti mampu menghasilkan. Pada tahun 2016 saja, situs freelancer terkemuka, Freelancer.com sudah berhasil menyelenggarakan transaksi hingga mencapai angka 3 trilyun USD! Nilai ini bahkan masih jauh lebih besar daripada rencana belanja negara dalam APBN 2018 yang diproyeksikan “hanya” sebesar Rp2.220,6 trilyun.

statistik-kerja-sampingan

Statistik Freelancer dari FreelancingHACKS

Bekerja dari rumah juga terbukti mampu meningkatkan produktivitas bagi perusahaan. Studi yang dilakukan oleh Stanford Graduate School of Business misalnya, telah berhasil membuktikan bahwa menerapkan metode kerja sampingan dapat meningkatkan performa kerja hingga 13%. Kerja sampingan juga terbukti dapat meningkatkan pendapatan perusahaan hingga 2.000 USD setiap tahunnya.

Maka tak heran jika pada tahun 2020 diperkirakan bahwa 43% pekerja di seluruh Amerika Serikat akan bekerja secara freelance. Lha wong sudah jelas menguntungkan dan menghasilkan toh?

Sekarang kita kembali ke pertanyaan awal: berapa jam kerja ideal dalam kerja sampingan alias freelancing?

 

Realita Jam Kerja Para Pelaku Kerja Sampingan

Kalau dalam kerja fulltime, seorang karyawan umumnya bekerja setiap hari Senin s/d Jum’at mulai pukul 08.00 dan selesai pada pukul 16.00. Ini berarti secara umum mereka akan bekerja selama 40 jam seminggu.

Logikanya, kalau kerjanya hanya parttime, harusnya jam kerjanya pasti lebih rendah dari 40 jam seminggu dong? Mungkin 20 jam seminggu, 25 jam seminggu, atau semaksimalnya 30 jam seminggu. Setuju dengan hal ini?

Sayangnya kenyataan tidak se-ideal itu.

Survei dari freelancermap pada akhir tahun 2017 terhadap 1.386 freelancers membuktikan bahwa rata-rata jam kerja freelancer ialah 46,66 jam seminggu! Hampir 7 jam lebih banyak dibandingkan mereka yang bekerja secara fulltime.

Survei waktu jam kerja sampingan

Survei waktu jam kerja sampingan dari freelancermap

Nah masalahnya kalau jam kerja sampingan sudah lebih banyak daripada jam kerja penuh, justru ia sudah tidak cocok disebut sebagai kerja sampingan lagi bukan? Jadi pertanyaannya adalah, bagaimana cara kita menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas yang tinggi tetapi dalam waktu yang lebih singkat?

Jawabannya ialah dengan mempelajari konsep efisiensi dalam dunia kerja sampingan.

 

Konsep Efisiensi dalam Dunia Freelancer

Bagi Anda yang pernah coba meng-apply proyek di Freelancer.com pasti tidak asing dengan istilah net funds per hour. Ini adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan berapa biaya yang perlu dibayarkan oleh seorang client kepada freelancer-nya dalam setiap jam kerjanya.

Misal terdapat 2 orang freelancer yang menawar satu proyek yang sama dengan nilai 5 juta rupiah. Freelancer A memiliki net funds per hour sebesar Rp 83.333,-, sementara freelancer B memiliki net funds per hour sebesar Rp 125.000,-. Dengan kondisi ini jelaslah bahwa freelancer B akan dipilih. Sebab ia hanya membutuhkan waktu 40 jam untuk menyelesaikan proyek sedangkan freelancer A membutuhkan 60 jam untuk menyelesaikan proyek yang sama.

Kerja Sampingan

Dari contoh kasus di atas kita dapat simpulkan bahwa semakin tinggi net funds per hour Anda, berarti semakin tinggi juga kemampuan Anda yang berakibat pada semakin cepat juga pekerjaan itu bisa diselesaikan. Maka dari itu, kunci efisiensi kerja bagi para pelaku kerja sampingan ialah dengan meningkatkan nilai net funds per hour-nya.

Caranya tentu dengan terus berusaha mengasah skill. Jadilah orang yang terus belajar dan mengembangkan diri dari waktu ke waktu. Kalau orang lain sudah bisa teknik A, berarti kita harus bisa teknik A juga. Syukur-syukur kalau kita bisa memberikan variasi pada teknik A tersebut. Intinya jangan mau kalah sama orang lain.

Kalau net funds per hour sudah bisa ditingkatkan, maka kerja sampingan Anda akan semakin optimal. Hasilnya Anda bisa punya lebih banyak waktu untuk mengerjakan hal-hal lain dan akhirnya jadilah kegiatan freelance itu benar-benar sampingan! Tidak melebihi jam kerja penuh yang dapat menghabiskan 40 jam dalam seminggu.

It’s all about investing your time efficiently. And because time is precious, waste it wisely.

mm
Arief Ardiansyah is an ESFJ who loves writing. He getting passionate with life sciences, especially with plants and their friends. Now he still study on an undergraduate program at Bandung Institute of Technology.

2 Comments

  1. Denise

    August 27, 2018 at 12:49 am

    Arief Ardiansyah, thanks so much for the post.Much thanks again. Really Cool.http://wasabimon.com/

  2. Keandra

    September 6, 2018 at 8:01 am

    kerja sampingan memang nggak melulu soal berapa banyak uang yang didapat tapi juga berapa waktu yang habis digunakan. terima kasih sharingnya mas Arief, nice artcile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *