artikel

Kompetensi Dasar Fresh Graduate: Perencanaan dan Pengelolaan serta Kerjasama Tim

By  | 

Kompetensi merupakan integrasi antara pengetahuan, sikap, pola pikir dan tindakan yang dapat diamati dan terukur.

Untuk memasuki dunia kerja, Anda perlu mengenali kompetensi dasar atau umum yang diharapkan melekat pada para fresh graduate. Berdasarkan pengalaman penulis sebagai asesor, setidaknya para penyedia kerja mengharapkan Anda memiliki kompetensi: (a) perencanaan dan pengelolaan, (b) kerjasama tim, (c) komitmen, (d) fleksibilitas, (e) komunikasi efektif dan (f) membangun hubungan (Pitaloka & Andiyasari, 2014).

Setiap perusahaan/organisasi memiliki kampus kompetensi dengan penekanan sendiri mengacu pada tugas atau aktivitas kerja yang akan menjadi tanggung jawab karyawan. Walau demikian, ada konsep mendasar yang bisa menjadi landasan Anda mencermati kompetensi dasar tersebut. Mungkin Anda juga akan menemui nama yang berbeda namun berakar sama. Dalam artikel ini, saya akan membahas dua kompetensi dasar yakni kompetensi perencanaan dan pengelolaan, serta kompetensi kerjasama tim. Selanjutnya saya akan tambahkan dengan pembahasan ringkas terkait pertanyaan wawancara yang mungkin akan Anda temui dalam proses rekrutmen terkait dua kompetensi tersebut. Mari kita cermati masing-masing:

Perencanaan dan Pengelolaan
Kompetensi ini menekankan pola pikir, sikap dan tindakan Anda mengelola beberapa aktivitas dan sumber daya yang ada secara sistematis. Pada level pemula, umumnya perusahaan belum menuntut multi-tasking, namun jangan mengharapkan tugas ke dua hanya akan datang setelah tugas pertama selesai. Setidaknya Anda diharapkan telah mampu mengidentifikasi prioritas tugas, mampu menyiasati keterbatasan waktu dan sumber daya. Sumber daya di sini meliputi sumber daya manusia (rekan kerja tim) dan fasilitas. Ingatlah bahwa Anda telah menjadi bagian dunia bisnis yang memiliki ritme cepat di mana tidak ada klien atau konsumen yang mau menjadi nomor dua, meskipun ia sangat menyadari bukan sebagai satu-satunya klien di dunia ini.

Bagaimana memupuk kompetensi ini saat di bangku pendidikan? Bersyukurlah dengan beragam tugas kuliah dan dosen yang tetap semangat memberikan tugas dengan deadline, meski setiap dosen pun menyadari dia bukan satu-satunya dosen yang memberikan tugas Anda!  Kompetensi ini akan semakin terasah ketika Anda juga aktif berorganisasi dengan serangkaian program menanti di tahun kepengurusan, juga bonus masalah dan tantangan implementasinya.

Kerjasama tim
Kompetensi ini menekankan pola pikir, sikap dan tindakan Anda mengelola diri sebagai bagian dari tim. Sepertinya sepele karena bekerja pasti bisa bekerjasama, sejak kecil pun telah banyak kerjasama dengan orang lain. Pada kenyataannya, masih banyak orang yang perlu meningkatkan kompetensi kerjasama tim. Sebagai pemula, Anda kerjasama mendasar yang diharapkan adalah mengetahui dan mengelola tanggung jawab diri sendiri, bersedia membantu rekan kerja untuk tujuan bersama, bersedia mendorong dan memotivasi rekan kerja. Semakin tinggi tingkatan pekerja, semakin kompleks pula tuntutan kerjasamanya termasuk kerjasama lintas unit atau divisi. Saat ini, setidaknya di dalam lingkungan terdekat/tim utama. Mengetahui dan peduli terhadap tanggung jawab pribadi artinya Anda mandiri memastikan tanggung jawab terpenuhi, memperhatikan keterkaitan tugas dengan yang lain, tidak serba bertanya atau menunggu orang lain yang akibatnya menjadi beban tim. Setiap tugas pasti terkait dengan bagian lain, kenalilah rantai awal hingga akhirnya. Kenalilah manfaat tugas Anda dan berada di posisi/fase mana di dalam tim tersebut. Lebih jauh, kenalilah posisi tim Anda di antara tim besar / perusahaan. Jika Anda berada dalam tim marketing, kenali pula alur sebelum dan sesudah bagian marketing. Ingatlah Anda adalah bagian dari satu organisasi yang saling terkait.

Bagaimana memupuk kompetensi ini saat di bangku pendidikan? Bersyukurlah dengan tugas kelompok di kelas dan organisasi mahasiswa. Semua ini mengasah kompetensi kerjasama tim karena tujuan bersama menjadi penekanannya. Tantangan dalam kerjasama tim tidak hanya pada proses tugas itu sendiri melainkan juga interaksi antar anggota. Dalam interaksi antar anggota tentu melibatkan beragam hal, mulai dari empati, komunikasi, negosiasi, hingga mengelola emosi. Jika Anda selama ini mengandalkan anggota kelompok lain yang aktif mengerjakan tugas, maka Anda mengasah diri menjadi anggota tim yang pasif dan berpotensi menjadi beban tim. Jika Anda selalu mengerjakan tugas kelompok tanpa repot-repot menyediakan waktu untuk mendorong rekan lain, maka Anda juga kurang mengasah kompetensi kerjasama tim. Kerjasama tim membutuhkan kepekaan antar anggotanya agar sama-sama berjalan.

Pertanyaan Wawancara Kerja
Pola wawancara kerja secara garis besar terbagi menjadi dua yakni wawancara berbasis kompetensi dan potensi. Wawancara berbasis kompetensi setidaknya bisa dikenali dengan pola pertanyaan masa lalu: “Bagaimana Anda mengelola tugas saat itu”. Berbeda dengan potensi, pola pertanyaannya lebih mengacu pada masa depan yang bertujuan menantang imajinasi Anda: “Bagaimana kalau Anda mendapatkan tugas X, apa saja yang akan Anda lakukan”.

Kedua pola pertanyaan ini bisa saja digunakan oleh pewawancara, namun saya akan membahas wawancara berbasis kompetensi untuk kedua kompetensi dasar: (a) perencanaan dan pengelolaan  dan (b) kerjasama tim.

Rumusan utama untuk menunjukkan kompetensi ini adalah dengan menceritakan pengalaman berpola STAR: Situation, Task, Action, Result. Jika Anda hanya menceritakan sepotong-potong, kemungkinan besar pewawancara akan membantu Anda dengan memberikan pertanyaan lanjut yang tujuannya mendapatkan STAR ini.

Untuk menggali kedua kompetensi tersebut melalui wawancara, pewawancara bisa menanyakan pengalaman tersulit atau paling menantang ketika di bangku pendidikan. Pengalaman paling menantang cenderung menuntut individu mengerahkan energi pikiran, emosi hingga waktu untuk menjalani proses dan penyelesaiannya. Satu tugas paling kompleks bagi mahasiswa adalah penyelesaian tugas akhir atau skripsi. Beberapa kompetensi yang terkandung dalam proses ini di antaranya: komitmen, perencanaan dan pengelolaan, komunikasi efektif, inisiatif, fleksibilitas, membangun hubungan. Hampir semua kompetensi mendasar ada dalam tugas ini, bahkan kerjasama tim. Saat ini dunia pendidikan mulai mengembangkan penelitian payung, di mana ada beberapa mahasiswa dengan satu tema besar penelitian. Mungkin masih minim dilakukan oleh mahasiswa S1, namun saling memberi penilaian atau memberikan komentar ke pekerjaan teman lain merupakan satu bentuk kerjasama tersendiri.

Untuk menggali kompetensi kerjasama tim, pewawancara mungkin akan menanyakan pengalaman paling menantang ketika bekerja dalam satu tim, baik di kampus atau di luar kampus. Anda perlu menjelaskan dengan pola STAR sehingga terlihat peran dan tanggung jawab Anda, bagaimana Anda berkoordinasi dengan anggota dalam dan luar tim, bagaimana kesulitan yang timbul dan penyelesaiannya.

Bila pewawancara menanyakan kesulitan atau masalah yang timbul, hindari menjawab ‘tidak ada masalah’ atau ‘semuanya baik-baik saja’ karena tujuan pertanyaan ini adalah menggali kepekaan dan keterlibatan aktif Anda. Hanya orang yang terlibat aktiflah yang bisa mengetahui permasalahan dan kendala dalam satu proses. Ada juga jenis pertanyaan yang menggali pengalaman yang mengecewakan atau kegagalan Anda. Ingatlah, pertanyaan ini bukan untuk menghakimi Anda, namun untuk melihat juga bagaimana Anda mengelola aktivitas dan cara pandang Anda saat ini terhadap pengalaman tersebut. Apakah Anda akan menyalahkan pihak lain, menyalahkan diri sendiri atau mampu menganalisa kondisi secara proporsional. Proporsional artinya mungkin memang ada kesalahan diri sendiri dan atau orang lain terkait kurangnya koordinasi, kurang rencana dsb, namun harapannya tidak berhenti pada mengenali kesalahan melainkan melihat solusi yang bisa dilakukan. Untuk itu, Anda tidak perlu membela diri namun bercerita dan lakukan analisis yang tepat!

Sampai jumpa pada pembahasan kompetensi dasar lainnya. Terima kasih 

Referensi:
Pitaloka, Ardiningtiyas & Andiyasari, Andin (2014) How to Become a Great Freshgraduate. Solo; Metagraf

 

mm
Trainer, Asesor, Penulis, Pengajar

Alumni magister psikologi, Universitas Indonesia, berpengalaman dan memiliki sertifikasi sebagai asesor dalam asessment center sejak 2005 dan Certified Coach sejak 2014. Sebagai praktisi bidang SDM, ia banyak terlibat dalam proses rekrutmen, seleksi hingga pengembangan SDM berbasis kompetensi di berbagai organisasi. Aktif sebagai trainer bidang karier-SDM, dan career coach & consultant dengan sertifikasi ICF. Beberapa buku bertema karier yang telah ia tulis di antaranya Mid-Career Crisis-2017 (dengan Husin Syarbini); MyCareer is Multi-Career-2015 (dengan Lestari Nurhajati); How to Become A Great Supervisor-2014; How to Become A Great Fresh Graduate-2014; MyPassion is MyCareer-2013 (dengan Andin Andiyasari). Selain praktisi, ia juga aktif dalam dunia akademis menjadi pengajar dan peneliti si bidang psikologi sosial dan industri, termasuk terlibat aktif dalam kepengurusan organisasi dan publikasi ilmiah psikologi. Korespondensi bisa dialamtkan ke ardiningtiyasp@gmail.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *