artikel

Meningkatkan kualitas dan standar kerja PRT

By  | 

Ketika mengetahui ia lulus ujian sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi, Misni (hanya satu nama – redaksi) seorang pekerja rumah tangga (PRT) dari Pandanwangi, Jawa Timur, tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Setelah lebih dari 14 tahun bekerja sebagai PRT, ia tidak pernah bermimpi akan mendapatkan sertifikasi atas kompetensinya melakukan pekerjaan rumah tangga.

Copyright: ILO/I. Bonham

Asminingsih (hanya satu nama – redaksi), seorang PRT dari Balearjosari, Jawa Timur juga sama gembiranya saat mengetahui ia lulus ujian sertifikasi. Ia bahkan tidak pernah tahu bahwa pekerjaannya sebagai PRT dapat disertifikasi seperti halnya profesi lain.

 

“Saya hanya melakukan pekerjaan rumah tangga dengan cara yang saya tahu. Setelah mengikuti pelatihan keterampilan, saya sekarang lebih tahu bagaimana melakukan pekerjaan rumah tangga dengan lebih profesional. Saya sekarang bisa memasak, menyeterika dan membersihkan rumah dengan lebih baik,” ujar Misni; sementara Asminingsih mengatakan “Saya bahkan bisa berkomunikasi secara lebih baik dengan majikan saya.”

 

Misni dan Asminingsih merupakan dua dari 90 peserta program pelatihan keterampilan percontohan bagi PRT yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur pada akhir tahun lalu. Program ini meliputi 200 jam pembelajaran wajib, yang mencakup tata laksana rumah tangga, memasak, mencuci dan kompetensi dasar pengembangan diri. Seluruh peserta yang mengikuti ujian sertifikasi ini berhasil lulus.

 

                                                                                                Copyright: ILO/I. Bonham

Program Pelatihan ini memberikan pelatihan berkualitas tinggi dengan mempergunakan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk PRT yang dikembangkan berdasarkan SKKNI pemerintah Indonesia untuk Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga pada 2015. Sejumlah elemen dalam Model Standar Kompetensi Regional ILO pun telah dipergunakan di dalam SKKNI tahun 2015.

 

Program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya ILO untuk meningkatkan kualitas dan standar kerja PRT melalui proyek Mempromosikan Pekerjaan Layak untuk PRT (PROMOTE). Didanai Departemen Perburuhan Amerika Serikat (USDOL), Proyek PROMOTE bertujuan mengurangi PRTA secara signifikan melalui pembangunan kapasitas para mitra untuk mempromosikan Pekerjaan Layak bagi PRT secara efektif.

Guna memastikan keberlanjutan program ini, ILO menyelenggarakan lokakarya satu hari pada Maret 2017 untuk mengevaluasi dan mengkaji hasil-hasil dari program ini serta menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam membangun keterampilan kerja PRT di negeri ini.

                                                                                                Copyright: ILO/I. Bonham

Saat lokakarya, para pemangku kepentingan mendukung program pelatihan keterampilan ini. Mereka sepakat bahwa pengembangan keterampilan dan profesionalitas PRT berperan penting dalam meningkatkan status PRT sebagai profesi yang diakui dan mendorong upaya mempromosikan pekerjaan layak bagi PRT.

 

Lokakarya pun ditutup dengan sejumlah rekomendasi seperti pelaksanaan pelatihan keterampilan di daerah-daerah pengirim PRT serta melaksanaan pelatihan keterampilan ini melalui Pusat-pusat Pembelajaran Masyarakat di bawah Kementerian Pendidikan.

 

“Pengembangan keterampilan dan pengakuan profesi PRT memainkan peran penting dalam mempromosikan pekerjaan layak untuk PRT. Pelatihan keterampilan dan sertifikasi berdasarkan standar kompetensi nasional dapat membantu meningkatkan status PRT sebagai profesi yang diakui. Ini pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan kerja PRT dan prospek mereka atas pekerjaan yang lebih baik,” kata Arum Ratnawati, Kepala Penasihat Teknis Proyek ILO-PROMOTE.

 

“Saya berharap pelatihan ini dapat mengubah persepsi negatif tentang PRT karena pekerjaan kami seringkali dianggap sebagai pekerjaan yang tidak butuh keterampilan, berupah rendah dan hanya untuk mereka yang tidak berpendidikan. Kini saya sadar bahwa saya bisa melakukan tugas merawat rumah, mencuci dan memasak secara lebih profesional,” kata Widi Astutik, seorang PRT dari Singosari. Ia menambahkan bahwa majikannya kini khawatir ia akan berpindah ke majikan lain.

 

Pekerjaan rumah tangga merupakan pekerjaan yang sangat penting bagi banyak perekonomian di seluruh dunia, namun masih belum diakui sebagai “pekerjaan” dan menjadi bentuk pekerjaan yang tidak terlihat di banyak negara. Akibatnya, banyak PRT memiliki kondisi kerja yang sangat buruk, tidak digaji dengan layak, tidak mendapatkan jaminan sosial, bekerja dengan jam kerja yang panjang, dalam kondisi sulit serta tidak selalu aman. Beberapa bahkan rentan mengalami perdagangan manusia, penyiksaan seksual, fisik dan psikologi. (*)

 

 

mm
Situs kerja khusus pelajar, mahasiswa dan baru lulus

1 Comment

  1. Media Pacu

    July 4, 2017 at 9:04 pm

    Waahhh….Artikelnya mantap banget ne. Moga sukses PRT Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *