magang

Pengalaman Magang di Teluk Bintuni

By  | 

Pengalaman saya di Teluk Bintuni, Papua Barat, merupakan pengalaman yang berharga. Saya tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan ke tempat tersebut. Awalnya dimulai saat saya mendapatkan pesan broadcast dari official account student job, bahwa terdapat progam pemagangan ke Papua untuk tiga jurusan, yakni psikologi, tehnik industri dan marketing. Pada saat itu, saya langsung saja menyiapkan CV dan mendaftarkan diri untuk program tersebut karena deadline pendaftaran yang sangat terbatas, broadcast baru diterima jam 5 sore, jam 12 malam pada hari yang sama pendaftaran sudah ditutup. Setelah beberapa minggu mendaftarkan diri, saya mendapatkan panggilan untuk menjalani proses seleksi. Ada tiga proses seleksi yang saya jalanin; interview online, tes kepribadian online, dan interview langsung. Saat proses seleksi, hal yang paling saya ingat adalah ketika interview langsung.

Interview langsung dilaksanakan di kantor International Labour Organization (ILO), Jakarta. Disana saya pertama kali bertemu dengan Ismid Maulana, yang nantinya akan menjadi teman saat magang. Saya dipanggil untuk wawancara setelah Ismid selesai diwawancarai. Saya diwawancarai oleh dua orang yaitu mbak Annisa Purbandasari (CEO Student Job) dan Bapak Tendy Gunawan (Progamme Officer ILO). Suasana saat diwawancarai oleh mereka berdua sangat santai dan penuh candatawa, tapi ada satu momen ketika mereka berdebat kecil, yakni disaat saya mengatakan bahwa diriku adalah orang yang arogan. Mereka langsung tidak percaya kalau diri saya arogan. Pak tendy bilang “masak orang seperti dirimu orang yang arogan, kamu kalau bicara tenang dan halus, saya pikir kamu orang yang kalem bukan arogan” lalu mbak Annisa merespon “Pak Tendy, kayaknya bukan kalem deh tapi cool, lihat saja saat menjawab tenang banget” Pak Tendy membalas “Bukan, dia itu lebih ke karakter kalem” Mbak Anissa merespon “Enggak pak, lihat saja, dia itu cool bukan kalem”. Saya hanya bisa senyum melihat mereka berdua berdebat selama beberapa menit. Kemudian mereka berdua menanyakan kenapa saya dikatakan arogan, saya menjawab “Penilaian bahwa diri saya arogan berasal dari penilaian teman-teman di saat saya kuliah. Semasa kuliah, teman-teman menilai begitu karena selama saya mengutarakan pendapat, saya selalu mematahkan pendapat lain dan menganggap bahwa pendapat saya benar”. Setelah mendengar jawaban tersebut mereka tetap tidak percaya.

Beberapa hari setelah wawancara, pengumuman peserta magang pun muncul, dan pada saat itu saya mengetahui teman magang, yakni Ezra Suryananda (Ezra), Ismid Maulana (Ismid), dan Ken Adi Irwansyah (Ken). Kami semua pertama kali bertemu saat medical check-up (MCU) di rumah sakit.

 

MCU bersama

Saat MCU, Ismid bertindak lucu. Awalnya Ezra melihat alat pengukur tinggi badan di dinding, kemudian mengukur tinggi badan dengan membelakangi dinding. Setelah Ezra, saya mengukur tinggi badan dengan membelakangi dinding. Entah dari mana si Ismid muncul dan datang ke alat pengukur tinggi badan dengan menghadap dinding, tidak membelakangi dinding, seketika semua tertawa dengan tingkah lakunya Ismid.

Briefing dari Pak Samuk di kantor BP

Setelah MCU selesai, kemudian hari kita dan mbak Annisa pergi ke kantor British Petroleum (BP) Indonesia. Disana bertemu dengan pak Samuk dan dijelasin semua kondisi lapangan yang ada di Papua, mulai dari penyakit, keselamatan kerja, sampai makanan khas papua. Setelah itu, saya dan teman-teman magang menunggu dan persipan untuk berangkat ke Papua.

Mobil Hilux dan Kondisi Jalan

Perjalanan ke Papua menggunakan pesawat dari Jakarta sampai Sorong, kemudian dari Sorong ke Teluk Bintuni menggunakan mobil. Perjalanan menggunakan mobil sangat seru, dimana jalanan masih terjal tanpa aspal, suasana hutan samping kiri dan kanan, dan kecepatan supir dalam mengemudi mobil diatas 100 KM/Jam. Saat perjalaan kami menyempatkan di objek wisata yakni Gunung Botak. Pemandangannya sangat bagus sekali disana, saya dan teman-teman magang menyempatkan diri untuk foto di tempat tersebut.

Gunung botak

Sesampai di tempat magang, Teluk Bintuni, kami berempat disambut oleh para mentor-mentor pengajar mentee dan Bu Endang beserta jajaran managemen PT. SUBITU Kreasi Busana (SKB) dan PT. SUBITU Karya Teknik (SKT). Di hari yang sama setelah sampai di tempat magang, saya mendapatkan kabar bahwa eyang putri yang di Kudus meninggal. Pada saat itu perasaan sedih karena tidak dapat menemani dan ikut hormat saat pemakaman beliau, hanya dapat menemani saat di rumah sakit sebelum berangkat ke Papua. Kesedihan memang ada tapi hal tersebut tidak boleh menghilangkan tanggung jawab saat magang.

Terdapat 8 isu yang harus ditangani oleh pemangang bagian psikologi, yakni mengenai kinerja pekerja (mentee), kepuasan pekerja (mentee), sistem rekruitmen, karakter konsumen wilayah bisnis SKB, instrumen pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pada aspek pengembangan psikologi, pengembangan kegiatan motivational, dan efek intervensi Tangguh Indigenous Enterprises Development Program (TIEDP). Selain itu, aktivitas saya dan teman-teman magang adalah menjadi panitia perlombaan Hari Anak, panitia ulang tahun Subitu, dan mendirikan organisasi relawan bintuni serta mengadakan kelas inspirasi untuk anak SMA. Apabila terdapat waktu senggang, saya membantu pekerjaan Ismid dan Ezra, seperti menghitung waktu produksi, membantu sosialisasi, menghitung stok gudang dan membantu penjualan saat event, agar bisa belajar ilmu yang mereka kuasai.

Mama-mama dan kakak-kakak merupakan sapaan keakraban di mentee. Para mentee sangatlah ramah bahkan waktu pertama kali berjumpa. Bagi saya, terdapat beberapa mentee yang menarik perhatian yakni mama Penina, kakak Yoseph, mama Eda, dan kakak Yuliance. Mama Penina merupakan orang yang paling rajin, beliau sangat tanggung jawab dalam mengerjakan pekerjaan walaupun banyak. Kakak Yoseph merupakan orang yang aktif untuk berinteraksi dengan siapapun, dia bahkan tidak malu untuk memulai berbicara dengan orang yang belum dikenal. Mama Eda merupakan orang yang ahli dalam menjual produk, beliau sangat mudah membuat orang tertarik dengan produk dan memiliki beberapa jaringan orang-orang peting. Kakak Yuliance merupakan orang yang pendiam dan pemalu, tapi kakak Yuliance memiliki kemampuan belajar yang cepat, dan mudah diajari hal-hal baru. Saya berharap dapat bertemu dengan mereka lagi.

Selama magang, selain mengerjakan aktifitas di perusahaan, saya mencari hal-hal yang unik di Teluk Bintuni. Ada tiga hal unik yang saya dapatkan, yakni dari segi kuliner, segi aktifitas kebudayaan, dan segi pengobatan. Untuk kuliner, saya mencicipi papeda, sup ikan kuah kuning, sagu kering, dan daging rusa. Kuliner yang berkesan adalah papeda. Papeda merupakan sagu yang dibuat menjadi seperti bubur. Tekstur papeda seperti bubur agar-agar dan rasanya hambar jika dimakan langsung. Agar ada rasanya, biasanya pasangan dari papeda adalah sup ikan kuah kuning.

Penampakan Papeda

Untuk aktivitas kebudayaan, saya melihat Yospan. Yospan singkatan dari Yosim Pancar, merupakan tarian sambil berjalan. Biasanya dilakukan secara berkelompok, diiringi oleh musik yang di dorong melalui gerobak, dan dilakukan saat hari kemerdekaan Indonesia.

Untuk segi pengobatan, saya mencoba minyak buah merah, teh sarang semut, dan daun gatal. Minyak buah merah merupakan ekstrak dari buah merah. Jika dilihat warnanya merah tua, jika dirasakan rasanya seperti hambar dengan sedikit rasa coklat mentah dan sepat. Teh sarang semut merupakan teh yang berasal dari seduhan tanaman sarang semut. Saya sangat suka rasanya, jika diminum rasanya seperti ada rasa jelly dan tidak begitu pahit. Daun gatal merupakan daun yang memiliki bulu duri kecil-kecil. Daun ini digunakan untuk mengatasi kelelahan. Cara penggunaannya adalah dengan menggosok-gosokan daun gatal di bagian tubuh yang terasa lelah. Ketika di gosok terasa akan terasa gatal, dan keluar bintik-bintik seperti orang alergi, tapi efek tersebut hanya sementara saja, sekitar 1 jam sudah hilang.

Sarang semut

 

Minyak Buah Merah

 

Daun Gatal

Di dua minggu terakhir magang, saya, teman-teman magang, seluruh mentor SKB, perwakilan tim BP, dan beberapa perwakilan dinas setempat diikutkan Trainer of Trainer (TOT) Start and Improve Your Business (SIYB), sebuah pelatihan untuk menjadi trainer kewirausahaan dari ILO. TOT dibawakan oleh Bu Rini (master trainer SIYB) dan Pak John (Trainer SIYB). Selama pelatihan, saya mendapatkan beberapa pelajaran mengenai materi kewirausahaan, presentasi yang baik, penggunaan alat-alat bantu presentasi, mengkonsep pelatihan, dan praktek. Di saat praktek, saya menjadi instruktur game modul dua bersama Ishak, salah satu perwakilan dinas setempat.

Ishak partner praktek TOT SIYB

Game modul dua merupakan game yang bertujuan untuk membuat peserta memahami hukum tawar menawar dan dampaknya dalam proses bisnis. Selama menjadi instruktor, saya merasakan kelelahan karena harus mengakomodir 22 peserta yang sedang bermain, apalagi disaat sesi negosiasi antar kelompok peserta, ramainya bukan main. Hal ini membuat saya belajar bahwa saat melakukan training itu membutuhkan energi yang banyak, dan mempersiapkan tubuh agar tetap fit itu penting. Setelah praktek selesai, saya dengan Ishak mendapatkan penilaian dari Bu Rini, Pak John, dan peserta pelatihan, mengenai kelebihan, kekurangan dan saran perbaikan untuk meningkatkan peforma.

Praktek TOT SIYB

Di saat akhir-akhir mau pulang, diadakan beberapa acara perpisahan. Acara perpisahan pertama diadakan oleh pak Samuk di hotel Steenkool karena Pak Samuk off-duty dan ketika on-duty sudah tidak bertemu kita, anak magang. Di Hotel kami makan bersama sambil karokean bersama. Acara perpisahan kedua dan ketiga diadakan oleh SKB dan SKT. Acara perpisahan kedua diadakan karena Ezra pulang dahulu, sedangkan acara perpisahan ketiga diadakan karena Saya, Ismid, dan Ken pulang. Di acara perpisahan ketiga kami mendapatkan kenang-kenang berupa kaos, jaket, dan paket oleh-oleh dari kantor.

Perjalanan pulang pertama menggunakan jalur darat menggunakan Hilux sampai ke Manokwari. Selama perjalanan, mobil berpas-pasan dengan anak magang batch-2 di gunung botak. Ketika bertemu saya hanya sempat berkenalan dan berfoto dengan mereka. Setelah di Manokwari, kita menginap di hotel selama satu hari, menunggu keberangkatan pesawat.

Saat pagi-pagi di Manokwari, saya dengan Ismid jalan-jalan untuk mencari tempat oleh-oleh. Kami mengunjungi dua pasar, yakni pasar Sanggeng dan pasar Wosi, akan tetapi kami kepagian sehingga masih banyak yang tutup. Sambil menunggu, kami membeli jajanan dan kemudian berkeliling pasar, dan menemukan hal yang menarik, yakni banyak babi yang berkeliaran di Pasar. Ukuran babinya besar-besar dan makan di sampah dan got. Bagi saya, itu adalah hal yang langka dan belum pernah saya lihat di Jawa. Setelah agak siang kami mulai mencari oleh-oleh lagi. Saya membeli roti abon gulung, minyak buah merah, gantungan kunci, dan batik papua sebagai oleh-oleh.

Babi berkeliaran di Pasar

Setelah membeli oleh-oleh, saya dan Ismid berangakat ke bandara. Saya dan Ismid harus berpisah dahulu dengan Ken karena jadwal jam penerbangan kami dengan Ken berbeda. Saat sampai di Jakarta, sebelum saya naik pesawat ke Semarang, saya dan Ismid bertukar topi untuk dibawa satu ke rumah dan nanti akan dikembalikan ketika saya, Ismid, dan Ezra berkumpul di Jakarta pada bulan Februari 2018.

Saya sangat terkesan dengan magang yang saya jalani. Banyak hal yang saya dapatkan disini mulai dari pengalaman kerja, interkasi dengan masyarakat papua, melihat kebudayaan dan mencoba kuliner serta pengobatan khas papua, dan pelatihan SIYB. Saya mengucapkan terimaksih kepada Student Job, BP, ILO, yang telah memberikan kesempatan untuk dapat magang, dan saya ucapkan terimakasih kepada jajaran managemen, mentor dan mentee SKB, SKT, dan teman-teman magang yang telah membuat pengalaman magang berkesan.

[BACA JUGA] : Pengalaman Magang di Teluk Bituni Papua – By Ken

mm
Situs kerja khusus pelajar, mahasiswa dan baru lulus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *