artikel

Persiapan Karier, Bukan Hanya Passion!

By  | 

Ada banyak hal yang perlu Anda persiapkan untuk mengoptimalkan masa fresh graduate sebagai masa paling awal bagi pengembangan karier ke depan, apa pun pilihan karier Anda. Hal pertama yang mungkin terlintas dan sedang booming adalah: passion. Saya akan membahasnya namun ada isu penting lain yang tidak kalah penting: kompetensi, khususnya soft competency. Kompetensi ini pula yang nantinya bisa membantu Anda menjalani, atau menjajaki untuk memantapkan passion yang mungkin sekarang masih abu-abu.

Sebelum membahas kompetensi, saya ingin Anda mencermati dunia kerja yang baru saja Anda masuki, atau membayangkan dunia tersebut bagi yang sedang bersiap di bangku kuliah: “Apakah dunia kerja sama sekali berbeda dengan dunia kampus atau pendidikan?”

Setidaknya, menurut beberapa narasumber dalam buku yang saya tulis bersama rekan konsultan menyatakan…:

“Dunia kerja tidak terasa berbeda dari dunia kampus karena sejak mahasiswa, saya telah aktif, sehingga ketika memasuki dunia kerja yang menuntut disiplin waktu dan semangat untuk maju secara tim, tidak asing lagi,” Andes Satria, penyiar radio.

            “Dunia kerja berbeda dari dunia kampus dan jauh lebih berbeda jika saat kuliah tidak pernah berorganisasi,” Dayu Rifanto, HR perbankan, kini mendirikan Gerakan BukuntukPapua

            “Pertama kali bekerja, banyak hal yang dipelajari di kuliah tidak bisa diterapkan secara    langsung, banyak juga yang dipelajari sudah ketinggalan zaman,” Sylvia L.Namira,   pustakawan dan novelis.(Pitaloka & Andiyasari, 2014)

 

Large group of students writing. credit : http://cdn.gijobs.com

Saya pernah beberapa kali meminta mahasiswa di kelas untuk mencermati KTP masing-masing. Mencermati tulisan yang mengisi kolom pekerjaan. Pekerjaan yang tertera adalah: mahasiswa atau pelajar, jadi, proses belajar itulah yang menjadi ‘pengalaman kerja’ bagi para fresh graduate. Ya, pengalaman selama menjadi mahasiswa: mempelajari materi, menyelesaikan tugas individual, bekerja kelompok, presentasi di depan kelas, presentasi di organisasi, menjadi panitia acara, memilih dan menentukan tema skripsi/penelitian, mengajukan argumentasi pada pembimbing skripsi hingga ujian kelulusan. Apakah Anda sudah melihat banyaknya aktivitas selama menjadi mahasiswa? Apakah Anda berpikir bahwa semua itu hanya ‘teori’ yang tidak ada hubungannya dengan dunia ‘nyata’ yakni dunia kerja?

Semua ada hubungannya, bahkan menjadi landasan bagi performa di dunia kerja.

Semua pengalaman atau aktivitas selama menjadi mahasiswa mengandung beragam kompetensi yang berguna nantinya di dunia kerja.

Secara ringkas, kompetensi merupakan integrasi antara pengetahuan, sikap, pola pikir dan tindakan yang dapat diamati dan terukur.

Ada banyak kompetensi yang menjadi acuan bagi penilaian performa seoang pekerja mulai dari level pemula (fresh graduate), menengah dan manajerial. Secara umum, tahapan karier terbagi menjadi tiga: fase mencoba-coba, pembentukan dan pemeliharaan. Pembagian tahapan karier bisa kita lihat berikut:

Tahap Karier berdasarkan usia dan masa kerja

Usia Individu

(Gould, 1979; Ornstein & Cron, 1985, dalam Singh & Singh, 2010)

Tahap Karier Masa Kerja

(Ornstein & Cron, & Slocum,1989 dalam Kaur & Sandhu, 2010)

< 30 tahun Trial/ mencoba-coba     2 tahun
31 – 44 tahun Pembentukan > 2 – 10 tahun
> 45 tahun Pemeliharaan > 10 tahun

Pembagian tahapan karier bisa berdasarkan usia seseorang atau masa kerja. Pada fresh graduate yang memasuki masa mencoba bukan berarti hanya 2-3 bulan lalu berganti profesi atau tempat kerja, namun ini masa eksplorasi. Hal ini seperti yang diungkapkan Husin Syarbini, seorang bakepreneur, “Proses mencari kerja saat fresh graduate merupakan proses yang sangat spekulatif dan kondisi ‘blank spot’. Narasumber lain, Henda Gandamanah, pekerja di salah satu NGO internasional menyebut masa fresh graduate sebagai masa mengenali lebih banyak bidang kerja, baik dari sisi organisasi secara umum, maupun job description (Pitaloka & Andiyasari, 2014).

credit : gatewaycareers.co.uk

Berdasarkan pertimbangan ini pula, maka tahapan perkembangan karier bisa juga dipilah dalam lima fase, terlepas dari usia atau masa kerja: (1) Pemilihan bidang kerja, (2) Memasuki organisasi/perusahaan, (3) Masa early-career, (4) Masa mid-career, dan (5) Masa late-career(Greenhaus, Callanan, dan Godshalk, 2000, dalam Kaur & Sandhu, 2010).

Saya akan melanjutkan pemaparan selanjutnya terkait persiapan karier, fresh graduate dan kompetensi.

 

Penulis :

Ardiningtiyas Pitaloka,M.Si.,CPC

Career Coach & Consultant, Assesor, Trainer, Lecturer, Writer

 

Referensi:

Kaur, Kanwaldeep&Sandhu, H.S. (2010) Career Stage Effect on Organizational Commitment: Empirical Evidence from Indian Banking Industry. International Journal of Business and Management Vol. 5, No. 12; December 2010

Pitaloka, Ardiningtiyas & Andiyasari, Andin (2014) How to Become a Great Freshgraduate. Solo; Metagraf

Singh, Akhilendra K. & Singh, Ashok P. (2010) Personality Development Among Executives: A Career Stage Perspective. Asian Journal of Arts and Sciences, Vol. 1, No. 1, pp. 96-108, 2010

mm
Situs kerja khusus pelajar, mahasiswa dan baru lulus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *