artikel

Selesai Kuliah, Wisuda, Lalu Apa yang Harus Saya Lakukan?

By  | 

photo credit: Clancy Docwra

Kuliah-lulus-wisuda-bekerja. Siklus tersebut sepertinya sudah jadi siklus “wajib” manusia pada umumnya. Haruskah selalu demikian? Atau kamu punya pandangan yang berbeda?

 

Seorang teman saya, selesai kuliah dia memutuskan untuk tidak bekerja. Ya keputusan besar itu tentu mengejutkan keluarganya, terlebih kedua orang tuanya yang mengharapkan dia bisa bekerja sebagai seorang bankir. Tapi apa mau dikata, teman saya punya passion di bidang fotografi. Dan dia memutuskan untuk menekuni apa yang jadi passionnya tersebut.

 

Cerita tadi mungkin satu dari sekian banyak orang yang berusaha memperjuangkan kembali impian “terpendam” yang dia miliki. Agar tak salah langkah, hal-hal berikut bisa jadi bahan pertimbangan kamu.

 

Meski sudah direncanakan sematang apapun, segala sesuatu tak bisa berjalan mulus 100%

photo credit: Lifehack

“Kamu ingin membangun bisnis… dan 5 tahun mendatang bisnis yang kamu rintis akan menjadi….”

“Kamu ingin berkarir dan bercita-cita bisa meraih posisi direktur di usia muda…”

Tak ada yang salah dengan mimpi dan keinginan. Justru kamu harus berani memiliki mimpi dan keinginan agar hidup tak sekedar hidup, tak sekedar ikut arus. Tapi satu hal yang kamu ketahui, rencana kamu tak bisa berjalan 100% dengan mulus. Akan ada masalah dan hambatan yang akan kamu hadapi. Tapi bukan berarti kamu harus berhenti saat kamu mengalami masalah.

 

Semua butuh proses, tak ada yang instan atau jatuh dari langit secara tiba-tiba

Untuk menikmati seporsi mie instan saja kamu perlu melakukan “sesuatu”. Mulai dari menyiapkan air, mie, bahan dan bumbu. Lalu merebusnya hingga tersedia semangkuk mie instan di hadapanmu untuk bisa kamu nikmati.

Bisnis yang kamu bangun tak langsung jadi market leader. Ada proses yang harus kamu lewati. Demikian juga dengan merintis karir. Kamu harus bersedia belajar, bahkan siap untuk melalui proses yang membuat kamu tidak nyaman, seperti dikejar target, dimarahi bos, bentrok dengan client, dan sebagainya.

 

Tak ada yang gratis, ada harga yang harus kamu bayar

photo credit: Church Leaders

Kesuksesan tak begitu saja mendatangi kamu atau jatuh dari langit. Ada harga yang harus siap kamu bayar untuk sebuah pencapaian yang kamu inginkan. Jam tidur terbatas, waktu bermain berkurang, bahkan tak jarang kamu harus mengorbankan waktu weekend yang kamu punya.

 

Apapun yang akan kamu tuju, komitmen itu yang utama

photo credit: A Learning a Day

Tak ada jaminan untuk berhasil pada langkah pertama dan juga langkah selanjutnya. Tapi bukankah ada nasehat yang mengatakan kalau hasil tak pernah mengkhianati usaha? Gagal itu mungkin terjadi, tapi disanalah komitmen kamu sedang diuji, apakah kamu tetap bergerak maju atau kamu justru menyerah begitu saja.

mm
Cancer girl. Yoga lover. Coffee addict. Life is a pleasure when we share it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *