event

Student Visit Go-Jek

By  | 

Siapa yang tidak mengenal Go-Jek di era berkembangnya start-up seperti sekarang ini? Ya hampir semua masyarakat Indonesia mengenal Go-Jek dan bahkan masyarakat Indonesia telah menggunakan jasa Go-jek sebagai kebutuhan sehari-hari. Karena kepopuleran Go-jek tersebut banyak masyarakat Indonesia khususnya anak muda yang penasaran dengan sistem kerja pada Go-Jek. Hal tersebut dikarenakan banyak sekali isu yang bermunculan di kalangan masyarakat bahwa sistem kerja di Go-jek sama seperti sistem kerja pada Google. Isu tersebutlah yang menodorong anak muda Indonesia untuk tertarik bekerja di Go-jek dan melihat seperti apa sih lingkungan kerja di Go-jek yang sesungguhnya.

Pada tanggal 28 September 2017 lalu, Student Job Indonesia akhirnya memberikan kesempatan keoada kaum milenial untuk menjawab rasa penasaran mereka mengenai lingkungan kerja di Go-jek yang sesungguhnya dengan mengadakan company visit ke kantor pusat Go-jek yang berlokasi di Pasar Raya Blok M. Acara company visit di kantor Go-jek di bagi menjadi tiga sesi dan terdapat dua pembiacara  yang berasal dari Go- jek Indonesia. Pembicara pada sesi pertama yaitu Natalia Sulistya beliau merupakan people partner for tech di Go-jek Indonesia. Dan untuk pembicara pada sesi kedua yaitu Muhammad Kautsar Ramadhan selaku People Acqusition Consultant for Technology Team Go-jek Indonesia.

 

 

Sebelum masuk pada sesi pertama, para peserta disuguhkan profile video dari Go-Jek Indonesia. Dalam video tersebut, banyak sekali impact yang di berikan Go-Jek kepada para masyarakat Indonesia. Impact dalam video tersebut bukan hanya memperlihatkan dari sisi “bagaimana Go-jek telah membantu user nya dalam ‘’bermobilitas dengan mudah, murah dan aman”, namun dalam profile video Go-jek yang diputar juga memperlihatkan bahwa Go-jek telah banyak mengubah status sosial karayawannya mulai dari pekerja Go Massage yang bisa mendapatkan tiga kali lipat penghasilan dari jumlah penghasilannya sebelum bergabung dengan Go-jek,dan cerita driver Go-jek yang bisa membeli rumah setelah bergabung dengan Go-jek. Selain dari dua cerita tersebut, masih banyak cerita lainnya dari impact posotif Go-jek terhadap masyarakat Indonesia dalam video profilenya. Berkat adanya Go-food, konsumen termudahkan dalam hal membeli makanan hal ini terbukti dari data yang dimiliki Go-food bahwa Go-food telah mengirim sebanyak lebih dari 3000.000 martabak selama satu tahun. Dan para peserta yang menonton profile video Go-jek juga merasa terkena impact positif karena vidoe yang ditampilkan sangat memotivasi anak-anak Indonesia bahwa dalam membuat suatu bisnis bukan hanya mencari sebuah keuntungan semata tetapi juga harus ada dampak positif yang di berikan untuk lingkungan sekitarnya.

 

 

Pada sesi pertama acara company visit, Natalia Sulistya selaku people partner for tech Go-Jek lebih banyak menjelaskan mengenai technology yang diunakan dalam lingkungan kerja Go-jek. Selain itu beliau juga memberikan sharing kepada pesera mengenai tools atau software apa saja yang sering di gunakan dalam dunia kerja di Go-jek. And for your information, kalau Go-jek sangat meminimalisir penggunaan Watsapp untuk alat komunikasi internalnya dan lebih memilih menggunakan (lupa namanya softwarenya apa) untuk berkomunikasi dengan karyawan lainnya dan Go-jek hanya menggunakan Watsapp hanya untuk membuat grup tertentu yang membicarakan mengenai masalah confidential dalam membahas masalah pekerjaan. Pada saat menyampaikan materi kepada para peserta, mba Natalia juga memberitahu bahwa di Go-jek tidak ada sistem hierarki segitiga dalam mengemukakan pendapat anatar karyawannya di tempat kerja. Hal tersebut bertujuan agar setiap karyawan dapat memberikan pendapatnya langsung kepada karyawan yang dituju dan pendapatnya dapat segera dilaksanakan oleh pihak yang bersangkutan. Dan mba Natalia menjelaskan alasan lain Go-jek tidak menggunakan sistem hierarki segitiga yaitu agar Go-jek dapat melakukan inovasi-inovasi yang di dapat dari para pendapat karyawannya, dan jika Go-jek menerepakan sistem hierarki segitiga di dalam sistem manajerialnya mungkin Go-jek hanya memiliki Go-ride dan Go-food tidak berkembang seperti sekarang ini. Dan sampai sekarang ini masih jaranh sekali perusahaan yang ridak menerapkan sistem hierarki ini di dalam sistem kerjanya, salut!.

 


Untuk sesi kedua materi di sampaikan oleh Muhammad Kautsar Ramadhan selaku People Acquisition Consultant for Technology Team Go-jek , atau bisa di bilang sebagai team HR nya Go-jek Indonesia. Di sesi kedua ini mas Kautsar lebih membahas mengenai teknik recruitment yang dilakukan oleh Go-jek. Mas Kautsar juga memberikan masukan kepada para peserta bahwa jika kita ingin melamar sebuah pekerjaan kita haru terlebih dulu melihat bidang dan requirment apa yang di perlulan oleh suatu perusahaan, jangan sampai kita melamar pekerjaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan latar belakang dan kemampuan yang kita miliki. Dan masukan yang kedua yaitu, bahwa jika kita ingin melakukan interview dengan sebuah perusahaan kita harus mempelajari dan mencari tahu terlebih dulu mengenai latar belekang perusahaan tersebut. Di sesi ini para peserta juga diberitahu oleh pembicara bahwa banyak banget alasan-alasan aneh yang diberikan oleh para calon karyawan pada saat interview ketika ditanya mengenai alesan mereka ingin bekerja di Go-jek. Ada yang beralsan “keren aja kerja di Go-jek”, “Gojek aplikasinya jelek”,”Gajinya gede kerja di Go-jek”, “ penegn nyoba aja”, dan masih banyak alasan lain yang diungkapin para calon karyawan pada sesi wanwancara loh. Jadi kalau kalian ingin bekerja di Go-jek siap-siapa kasih alesan di luar jawaban itu ya biar ga plagiat :).

Sesi ketiga merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh para peserta, karena di sesi ketiga peserta diajak berkeliling kantor Go-jek. Sebelum berkeliling kantor Go-jek, peserta diminta berkomitmen untuk tidak berfoto, melakukan snapgram, atau mengambil gambar ruangan ketika ada karyawan yang sedanh membuka laptop (hal teresbut bertujuanuntuk mencegah pengambilan data oleh pihak lain meskipun tanpa disengaja). Kantor Go-jek bisa dibilang dupenya dari kantor Google karena kantornya sangat comfortable dan di dalam kantor Go-jek terdapat mini timezone yang boleh digunain seluruh karyawannya loh. Selain itu di dalam kantornya juga terdapat banyak ruangan-ruangan yang sangat hommy untuk tempat kerja atau tempat meeting para karyawannya. Selain mini timezone, di dalam kantor Go-jek juga terdapat ruangan massage, ruangan untuk tidur para karyawannya dan juga terdapat Go-Cafe yang tarnasaksi pembayrnnya menggunakan gopay. Untuk kalian yang belum pernah berkunjung ke kantor Go-jek silahkan membayangkan dan berimajinasi bagaimana design interior dan mural di dalam kantor yang sangat instagramable dan hommy ini ya 🙂

 

 

mm
Situs kerja khusus pelajar, mahasiswa dan baru lulus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *