artikel

Tips Menghadapi Orang Tua Dalam Masalah Karir

By  | 

Menghadapi orang tua bisa jadi suatu yang sulit untuk dilakukan, apalagi dalam masalah karir. Tak jarang terjadi konflik antara orang tua dengan anaknya karena perbedaan pandangan dalam kasus ini. Kita mungkin memiliki seribu alasan untuk memilih karir ini, tetapi orang tua juga bisa memiliki beragam alasan yang tak kalah kuat berdasarkan pengalaman yang mereka miliki.

Oleh karena itu dalam artikel kali ini Student Job Indonesia akan memaparkan tips-tips yang bisa kamu pakai dalam menghadapi orang tua. Tips-tips ini bersumber dari pengalaman dan masukan dari berbagai konsultan karir ternama. Jadi coba dibaca dengan sebaik-baiknya ya!

 

Berikan bukti yang nyata

Salah satu alasan mengapa kita sering tidak berdaya saat menghadapi orang tua ialah karena kita belum memberikan bukti apa-apa. Kita masih sekedar bicara dan bicara tanpa memberikan suatu bukti yang nyata. Lagipula bukankah perusahaan juga bekerja dengan cara semacam itu? Mereka tidak akan merekrut seorang calon karyawan yang hanya bicara dan bicara tanpa pernah membuktikan apa-apa bukan?

Jika kamu memang ingin menjadi seorang penulis, maka buktikanlah kalau tulisanmu juga bisa menghasilkan. Jika kamu hendak menjadi seorang desainer grafis, maka buktikanlah kalau karyamu juga bisa mendatangkan penghasilan. Bila kamu ingin menjadi seorang entrepreneur, maka bentuklah perusahaan sedini mungkin hingga perusahaan itu bisa mulai menghasilkan keuntungan. Begitupun seterusnya pada apapun bidang yang sangat ingin kamu tekuni.

Jadi mulailah berhenti bicara dan berikan bukti yang nyata sekarang juga.

 

Siapkan rencana yang matang dan logis

Apakah kamu sudah cukup jelas dan yakin dengan pilihan karir yang kamu inginkan? Jika jawabannya ya, tentulah kamu sudah memiliki gambaran tentang perjalanan karirmu kedepan. Gambaran inilah yang sebaiknya kamu tuangkan dalam bentuk rencana karir yang matang. Esok hari bila ingin bicara dengan orang tua-mu lagi, pastikanlah rencana karir ini kamu sodorkan dengan cara yang baik.

Namun kenyataannya orang tua seringkali masih kurang setuju dengan rencana karir yang kita ajukan. Pasalnya rencana tersebut sering masih terlihat cukup abstrak dan mengawang-awang. Oleh karena itu kita juga perlu membuat rencana karir yang masuk akal untuk digapai. Sebagai contoh membuat rencana mengambil puluhan pekerjaan freelance dalam setengah tahun tentu kurang masuk akal untuk digapai oleh freelancer pemula.

Lantas bagaimana caranya membuat rencana karir yang matang dan logis? Jawabannya tentu dengan memerhatikan berbagai aspek yang mungkin bisa memengaruhi perjalanan karirmu kelak. Misalnya kesesuaian karir dengan minat, pengalaman akademik, kecocokan kepribadian dengan bentuk pekerjaan yang diambil, dan lain-lain.

Bila kamu hendak membuat rencana untuk masuk ke perusahaan tertentu, maka cari tahulah cara untuk masuk ke perusahaan tersebut secara detil. Misal terdapat tes khusus untuk masuk, tentu kamu juga perlu menambahkan agenda persiapan tes kedalam rencana karir jangka pendek yang sedang kamu buat. Masukkkan juga rencana kursus keahlian tertentu apabila kamu merasa butuh dan yakin kalau hal tersebut dapat menunjang karirmu kelak.

Percayalah bahwa semakin matang dan logis rencana karir yang kamu buat, dapat membuat peluang mendapatkan restu juga semakin besar. Oleh karena itu bersungguh-sungguhlah dalam membuat rencana karir ini dan pastikan kamu menyampaikannya dengan baik tatkala menghadapi orang tua-mu.

 

Biarkan passion bekerja

Seorang yang benar-benar memiliki passion terhadap suatu pekerjaan, tentu akan terlihat sangat menikmati ketika ia sedang melakukan pekerjaan tersebut. Bila passion-mu ada pada bidang melukis, tentu seharusnya kamu terlihat bahagia saat sedang melukis. Bila passion-mu adalah menyanyi, tentu kamu sangat senang pergi studio rekaman meski harus bolak balik setiap hari. Cause passion make you addict!

Adapun bila kamu merasa belum bisa menunjukkan kenikmatan saat menjalani bidang yang kamu yakini sebagai passion-mu tentu hal itu bukanlah masalah. Sebab menunjukkan kenikmatan dalam menjalani passion memang tidak semudah itu. Itulah sebabnya dibutuhkan waktu dan intensitas yang cukup sering dalam menjalani passion.

Membuktikan kepada orang tua kalau kamu memang serius menekuni karir yang kamu pilih memang penting. Tetapi memperlihatkan kepada mereka kalau kamu benar-benar mencintai pilihan ini juga tak kalah pentingnya. Oleh karena itu mari kita biarkan passion bekerja.

 

Bicara hanya pada saat yang tepat

Tips-tips sebelumnya memang secara jelas mengisyaratkan kalau kamu harus mulai fokus pada karya dan bukan pada bicara. Meskipun begitu bukan berarti bicara dengan orang tua menjadi hal yang tidak perlu kamu lakukan. Bagaimanapun bicara bisa melahirkan diskusi dan diskusi bisa membawa kita pada suatu kesepakatan yang menyenangkan masing-masing pihak.

Permasalahannya kita seringkali memulai pembicaraan pada waktu yang kurang tepat. Misalnya ketika orang tua benar-benar baru pulang kerja atau ketika orang tua sedang dirundung banyak masalah. Kalau seperti ini, mau sebagus apapun konten pembicaraan yang kita bawa, bisa jadi tetap akan ditolak oleh orang tua kita.

Sayangnya memilih waktu yang tepat memang gampang-gampang susah. Tetapi setidaknya kita dapat memerhatikan 3 hal dalam penentuan waktu yang tepat ini. Pertama, pastikan kamu berbicara setelah berhasil menyelesaikan ‘tuntutan sehari-hari’ yang memang dibebankan kepadamu sedari awal. Contohnya merapikan kamar pribadi. Jangan sampai ketika kamu sedang berbicara muncul pernyataan seperti “ngurus kamar sendiri aja belum bisa” dari mulut orang tua. Pernyataan semacam ini memang jauh keluar dari konteks pembicaraan tapi dampaknya bisa sangat besar.

Kedua, pastikanlah kamu menyiapkan hal-hal yang ingin kamu bicarakan dengan sebaik mungkin sebelum waktu berbicara itu tiba. Siapkan alasan kamu memilih karir tersebut dengan jelas dan mudah dimengerti. Siapkan pula rencana karir yang matang dan logis untuk kamu capai. Selain itu kamu juga bisa menyiapkan contoh orang lain yang sudah sukses menggeluti pilihan karir yang hendak kamu pilih. Penyiapan hal-hal semacam ini juga bisa membuatmu lebih percaya diri saat menghadapi orang tua-mu nanti, lho!

Terakhir pastikanlah kalau kamu bicara pada saat mood orang tua-mu tidak sedang buruk. Memilih waktu saat orang tua sedang bersantai mungkin bisa menjadi salah satu alternatif yang patut kamu coba. Namun karena hal ini sangat bergantung pada kedua orang tua-mu, janganlah kamu menjadikanya sebagai prioritas untuk kamu penuhi. Fokuslah dalam memenuhi 2 hal pertama yang telah dibahas sebelumnya.

 

Berusahalah agar tetap konsisten

Ketahuilah bahwa orang tua tidak selalu melihat apakah yang kamu kerjakan benar-benar menghasilkan atau tidak. Mereka seringkali –atau bahkan sangat sering– melihat apakah kamu bisa konsisten dalam bidang tersebut atau tidak. Karena bagi mereka yang terpenting adalah pilihanmu memang berasal dari dirimu sendiri dan bukan sekedar mengikuti orang lain.

Pun suatu saat kamu akan mulai menghadapi benturan dan kejenuhan dalam bidang karir yang kamu pilih. Hal ini pun cukup wajar dan manusiawi. Namun cobalah tetap bersabar dan berusaha konsisten dengan pilihanmu dari waktu ke waktu. Yakinlah bahwa konsistensimu pasti membuahkan sesuatu meskipun hal itu tidak bisa kamu dapatkan dalam waktu dekat. It’s only about time.

 

Penutup

Pada dasarnya orang tua bukanlah sosok yang benar-benar keras dan tidak bisa berubah sama sekali. Apalagi mereka telah mengenalmu luar dalam sedari kamu masih sangat kecil. Mereka hanya menginginkan kebaikan pada apapun pilihan karirmu dan tugasmu hanyalah membuktikan bahwa kebaikan itu bisa benar-benar kamu peroleh kelak di suatu hari.

Maka dari itu mulailah memberikan bukti yang nyata, kurangi bicara dan biarkan passion-mu bekerja. Pun apabila kamu ingin berbicara, pastikanlah pembicaraan itu kamu lakukan pada waktu yang tepat dan dengan menghadirkan perencanaan yang matang dan logis. Selebihnya tinggal bagaimana konsistensimu dalam bidang karir yang kamu pilih ini. Bila kamu bisa konsisten, yakinlah bahwa suatu saat restu itu akan benar-benar kamu dapat. Jangan lekas bersedih bila menemui kegagalan dan tetaplah bersemangat dengan cita-cita yang pantas kamu perjuangkan!

mm
Arief Ardiansyah is an ESFJ who loves writing. He getting passionate with life sciences, especially with plants and their friends. Now he still study on an undergraduate program at Bandung Institute of Technology.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *